Jakarta, Arina.id—Pesantren Tebuireng, Jombang, membuka akses kompleks makam masyayikh selama 24 jam nonstop bagi masyarakat dan peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Kebijakan tersebut diberlakukan selama rangkaian Muktamar NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Akses makam dibuka mulai 26 hingga 31 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk pelayanan kepada para peserta muktamar, tamu, serta warga Nahdliyin yang hendak berziarah ke makam para ulama dan tokoh yang dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.
Mudir Pesantren Tebuireng Jombang, Achmad Roziqi, pembukaan makam selama 24 jam menjadi bagian dari upaya Pesantren Tebuireng menyambut kedatangan warga Nahdliyin dari berbagai daerah yang mengikuti maupun memanfaatkan momentum Muktamar NU untuk berziarah.
“Melihat kemungkinan banyak peserta muktamar yang datang ke Tebuireng, pintu gerbang makam masyaikh akan kami buka selama 24 jam penuh,” kata Roziqi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8).
Pada hari-hari biasa, Pesantren Tebuireng melakukan aksi jam ziarah, yakni sesi pagi pukul 08.00–15.00 WIB dan sesi malam pukul 20.00–02.00 WIB. Namun, khusus selama gelaran muktamar berlangsung, seluruh jadwal pelaksanaan tersebut ditiadakan.
Guna menjaga kenyamanan, keamanan, dan kondusivitas di lingkungan pesantren, pihak pengelola telah menyiapkan skema rekayasa alur peziarah. Para peziarah nantinya akan diarahkan masuk melalui pintu belakang kawasan pesantren.
Selain itu, Pesantren Tebuireng menerjunkan tim keamanan yang berlangsung secara bergantian selama 24 jam nonstop.
Langkah pengaturan alur dan pengamanan ketat ini disiapkan agar tingginya antusiasme peziarah dari berbagai wilayah Indonesia tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengaji para santri yang tetap berjalan di dalam kompleks pesantren.




Comments are closed.