Tue,1 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Tanggapan Calon Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Setelah Masuk Bursa

Tanggapan Calon Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Setelah Masuk Bursa

tanggapan-calon-ketua-umum-pbnu-masa-khidmah-2026-2031-setelah-masuk-bursa
Tanggapan Calon Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Setelah Masuk Bursa
service

Jombang, NU Online
Lima calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031 terpilih setelah melewati rangkaian proses tabulasi yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026). Dari lima nama tersebut menyampaikan tanggapan setelah memperoleh kepercayaan dari muktamirin.

Dalam pemilihan tersebut, setiap perwakilan dari PWNU, PCNU, dan PCINU memiliki lima nama yang diajukan sebagai calon Ketua Umum PBNU. Hasil penghitungan menempatkan KH Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin sebagai peraih suara tertinggi dengan 472 suara.

Gus Kikin menyambut hasil tersebut dengan rasa syukur. Namun, ia mengingatkan bahwa hasil tersebut belum sah karena masih menunggu pengesahan Rais Aam atau Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA).

“Alhamdulillah udah pada ujung hasil ini lah. Tapi kan belum sahkan sama Rais aam atau AHWA,” ujar Gus Kikin kepada NU Online.

“Ya nanti barangkali nanti kalau udah sah. Kita masih nunggu hasilnya. Kita ke depan lagi kita bangun kebersamaan, ukhuwah Dari zaman dulu NU itu seperti itu,” lanjutnya.

Menurut Gus Kikin, kebersamaan menjadi hal penting dalam perjalanan NU ke depan.

“saya bersyukur ya ada kebersamaan dengan semua peserta. Dan ya itu merupakan satu kegembiraan, kebanggaan kita itu bisa bersama-sama dengan yang lain,” katanya.

Sementara itu, KH Zulfa Mustofa berada di posisi kedua dengan 262 suara. Perolehan tersebut diakuinya sebagai kejutan sekaligus penghormatan.

“Pastinya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan muktamirin, para pemilih. Saya bisa masuk nomor dua, satu kejutan luar biasa. Pastinya satu penghormatan buat saya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menempati posisi ketiga dengan 258 suara. Ia memilih menunggu perkembangan proses selanjutnya.

“Alhamdulillah, nanti kita lihat apakah masyarakat setuju Ahlul Halli wal Aqdi,” ujarnya.

Saat ditanya apakah akan terus memantau proses hingga selesai, Gus Yahya menjawab, “iya kita pantau.”

Sementara itu, KH Abdussalam Sochib memperoleh 261 suara dan menempati posisi keempat dalam perolehan suara calon Ketua Umum PBNU. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan muktamirin serta apresiasi terhadap gagasan dan visi yang selama ini diperjuangkan.

“Bersyukur ya dengan perjuangan teman-teman. Kita diberikan kepercayaan bisa masuk kelima besar, sebagai bukti bahwa gagasan, ide, visi yang kami mendapat apresiasi yang lumayan,” ujar Gus Salam.

Ia berharap gagasan dan visi yang telah disampaikan selama proses pencalonan tidak berhenti pada forum Muktamar, tetapi dapat diwujudkan dalam kerja nyata untuk NU ke depan.

“Harapan kami apa yang kami lakukan dapat bisa terealisasi. Terima kasih (muktamirin) atas semua perjuangan, ketabahan, dan kesungguhannya dengan niat satu khidmah dan pengabdian kepada nahdlatul ulama,” katanya.

Selain kelima nama di atas, nama-nama lain menyusul di belakangnya, antara lain KH Nusron Wahid, KH Yusuf Chudori, H Saifullah Yusuf yang tidak memenuhi syarat. KH Abdul Ghaffar Rozin yang menduduki suara terbanyak ke-8 dengan memperoleh sebanyak 155 suara.

Ia mengaku tidak menyangka memperoleh dukungan tersebut. “Alhamdulillah, kita bersyukur. Meskipun agak tidak menduga juga, sehingga harus lari-lari ke sini tadi. Di posko kami, 100 meter dari sini,” katanya.

Rozin menegaskan, kemenangan dalam Muktamar tidak semestinya berpusat pada figur. “Nahdlatul ulama harus menang. Bukan orangnya, bukan ketuanya,” tegasnya.

Ia juga menilai dinamika Muktamar dapat dikelola dengan baik. “Kita harus optimis, tidak boleh pesimis,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.