Madrid, Arina.id – Spanyol mencatat lebih dari 5 ribu kematian yang berkaitan dengan gelombang panas selama Juni hingga Agustus 2026. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak pencatatan statistik dimulai pada 2015, berdasarkan data dari sebuah lembaga kesehatan masyarakat Spanyol.
Institut Kesehatan Carlos III mencatat sebanyak 5.111 kematian terkait panas selama periode Juni-Agustus 2026. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya, yakni 4.652 kematian pada periode yang sama pada 2022.
Menurut laman Channelstv.com jumlah tersebut juga meningkat dibandingkan dengan 3.651 kematian pada periode yang sama pada 2025 dan 1.977 kematian pada 2024.
Data tersebut dirilis pada Selasa (1/9/2026), di tengah rangkaian gelombang panas ekstrem yang dikaitkan dengan ribuan kematian berlebih di berbagai wilayah Eropa. Pemantau iklim Eropa juga melaporkan bahwa Juni-Juli menjadi periode terpanas yang pernah tercatat di Eropa Barat.
Perkiraan jumlah kematian tersebut dihitung menggunakan data Mortality Monitoring System (MoMo) Spanyol. Sistem ini memantau angka kematian harian secara nasional dan membandingkannya dengan pola kematian pada periode sebelumnya.
MoMo juga menggunakan sejumlah faktor eksternal, termasuk data cuaca dari badan meteorologi nasional Spanyol, AEMET, untuk memperkirakan penyebab lonjakan angka kematian.
Meski demikian, sistem tersebut tidak dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung antara kematian dan suhu tinggi. Namun, data MoMo dinilai memberikan perkiraan paling andal mengenai jumlah kematian yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh cuaca panas.
Sebagian besar kematian berlebih yang berkaitan dengan panas terjadi akibat serangan jantung dan stroke. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh tekanan pada tubuh ketika berupaya mempertahankan suhu tubuh tetap stabil di tengah temperatur ekstrem.
Suhu Ekstrem dan Perubahan Iklim
Para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa perubahan iklim akibat pembakaran bahan bakar fosil membuat gelombang panas ekstrem di Eropa menjadi lebih panjang, lebih intens, dan lebih sering terjadi.
AEMET menyebut Juli 2026 menjadi salah satu bulan terpanas yang pernah tercatat di wilayah daratan Spanyol sejak pencatatan dimulai pada 1961. Rekor suhu baru juga tercatat di sejumlah wilayah Eropa yang mengalami kekeringan.
Suhu tinggi dan minimnya kelembapan turut menciptakan kondisi yang ideal bagi terjadinya kebakaran hutan. Spanyol mengalami salah satu bencana kebakaran hutan terparah dalam beberapa tahun terakhir pada Juli 2026.
Kebakaran tersebut memaksa puluhan ribu orang mengungsi dari sejumlah wilayah yang berjarak hanya puluhan kilometer dari Madrid.
Kondisi panas ekstrem juga diperkirakan masih berlangsung pada September. Suhu di sejumlah wilayah selatan dan barat Spanyol diperkirakan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada pekan ini.





Comments are closed.