Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Dokter Ungkap Pemicu dan Gejala Stroke di Usia Muda

Dokter Ungkap Pemicu dan Gejala Stroke di Usia Muda

dokter-ungkap-pemicu-dan-gejala-stroke-di-usia-muda
Dokter Ungkap Pemicu dan Gejala Stroke di Usia Muda
service

Jakarta

Bunda mungkin mengira stroke adalah penyakit yang baru perlu dikhawatirkan saat usia sudah lanjut. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Stroke juga dapat menyerang mereka yang masih berusia muda, termasuk di usia 20-an, 30-an, dan 40-an. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan dan kondisi kesehatan sehari-hari bisa ikut meningkatkan risikonya.

Dikutip dari laman Hindustan Times, ahli bedah saraf di Rumah Sakit Lifeline, India, Dr Anoop Kumar Singh, menjelaskan alasan stroke kini terjadi di kalangan dewasa muda. Dia menyoroti faktor risiko serta tanda-tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan.

Penyebab stroke terjadi di usia muda?

Dr Anoop mengakui adanya pergeseran profil usia pasien stroke. Menurutnya, secara historis, stroke hampir secara eksklusif terjadi pada orang yang lebih tua. Namun kini patokan tersebut telah bergeser.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Didorong oleh transisi gaya hidup yang cepat dan realitas demografis, kami mendeteksi lonjakan stroke, serangan jantung, dan kondisi vaskular terkait yang belum pernah terjadi sebelumnya pada orang dewasa muda,” katanya.

Ia menghubungkan peningkatan ini dengan kombinasi berbagai faktor, seperti gaya hidup kurang gerak dan rutinitas kerja yang padat yang bisa berkontribusi pada hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas di usia muda. Kebiasaan makan yang buruk, merokok, hingga konsumsi alkohol yang berlebihan bisa semakin meningkatkan risiko.

Selain itu, riwayat keluarga juga menjadi faktor risiko lainnya. Hipertensi, diabetes, atau gangguan pembekuan darah tertentu juga bisa membuat orang dengan usia muda lebih rentan terkena stroke.

“Risikonya meningkat secara signifikan. Jika orang tua memiliki riwayat hipertensi dini, diabetes, hiperlipidemia, atau trombofilia genetik (seperti defisiensi Protein C/S), keturunan akan membawa predisposisi yang jelas,” ujar Dr Singh.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.