Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Serba-Serbi Dauroh Tahqiq di Muktamar NU ke-35

Serba-Serbi Dauroh Tahqiq di Muktamar NU ke-35

serba-serbi-dauroh-tahqiq-di-muktamar-nu-ke-35
Serba-Serbi Dauroh Tahqiq di Muktamar NU ke-35
service

Dinamika Muktamar NU ke-35 selama ini diberitakan dari lokasi penyelenggaraan di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, yang penuh dengan intrik dan berbagai isu yang perlu ditabayunkan. Dalam kegiatan tersebut, ada satu kegiatan lain yang luput dari sorotan media, meskipun lokasinya tidak jauh dari arena muktamar.

Bertempat di Ponpes Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, atau lebih tepatnya di Asrama 14 Hidayatul Qur’an yang diasuh oleh Gus Awis atau Kiai Afifudin Dimyathi, Nahdhatut Turots sebagai badan semiotonom menyelenggarakan “Dauroh Tahqiq Kitab Muassis NU” pada 28–29 Agustus 2026.

Pada pembukaan acara, hadir di tengah-tengah 40 peserta terpilih yang sebelumnya telah lolos seleksi beberapa masyayikh dan gawagis, antara lain KH. Afifudin Muhajir, KH. Afifudin Dimyathi, KH. Ahmad Karomi (LTN NU Jatim), KH. Shofiyullah Muzammil (kakak ipar Gus Awis), KH. Tajul Mafakhir Al-Ishaqi, Gus Nanal Ainal Fauz, Gus Azrorizmy Ndresmo, dan beberapa tokoh lainnya.

Gus Awis selaku tuan rumah memberikan sambutan bahwa acara yang digagas oleh Nahdhatut Turots ini memang sengaja ditempatkan di asramanya. Tak lain karena beliau ingin mengharapkan keberkahan dari para Muassis Nahdlatul Ulama.

Kemudian, KH. Ahmad Karomi sebagai perwakilan dari Nahdhatut Turots menyampaikan bahwa acara ini digagas sebagai bentuk kepedulian para masyayikh terhadap kelestarian warisan turats ulama Nusantara terdahulu.

Acara pembukaan kemudian dibuka dan didoakan oleh KH. Afifudin Muhajir selaku Syuriah PBNU. Sebelum membacakan doa, Kiai Afif memberikan sebuah closing statement guna membangkitkan ghirah (semangat) para muhaqqiq terpilih pada acara tersebut:

Nahdlatul Ulama ini tidak bisa dipisahkan dengan Nahdhatut Turots. Tidak mungkin kebangkitan ulama itu bisa terwujud jika tidak diawali dengan kebangkitan turats.”

Acara selanjutnya dipandu oleh Lora Kholilurrahman, alumnus STAI Imam Syafi’i Cianjur yang dirintis oleh Allah yarham Syekh Hasan Hitou. Sesi ini memaparkan metodologi mentahqiq kitab secara benar agar menghasilkan sebuah bacaan yang enak untuk dibaca.

Selain itu, beliau juga memaparkan bagaimana cara melakukan muqabalah (perbandingan) antara satu manuskrip dengan manuskrip lainnya. Beliau memberikan tips agar terlebih dahulu menuliskan naskah dengan tarikh atau penanggalan penyelesaian paling tua.

Kemudian, naskah lainnya dapat dibacakan oleh orang lain, sementara kita menyimak manuskrip naskah tua yang telah kita salin tersebut.

Beliau bercerita bahwa pernah mengikuti kerja tahqiq bersama Syaikh Syadi Arbasy yang terkenal sebagai muhaqqiq (editor) Hasyiyah Tarmasi cetakan Dar Al-Minhaj, karya Syekh Mahfudz At-Tarmasi. Proses tersebut berlangsung selama dua hari dua malam tanpa henti.

Apabila rasa kantuk mulai menyerang Lora Kholil, Syaikh Syadi akan menghentikan bacaan naskah yang sedang didikte dan menandai mulai dari kalimat mana ia merasakan kantuk.

Menurut Syaikh Syadi, hal-hal sepele semacam itu dapat menyebabkan kerja tahqiq menjadi berantakan dan bahkan menyesatkan pembaca, meskipun hanya luput satu huruf.

Setelah pemaparan metodologi selesai, para peserta langsung diajak mempraktikkan tahqiq terhadap kitab karya Syaikhona Kholil Bangkalan yang berjudul As-Silah fi Bayani An-Nikah.

Kerja tahqiq ini dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing berjumlah 10 orang, dengan satu asatiz pembimbing dari Nahdhatut Turots.

Karena banyak peserta memiliki latar belakang sebagai santri yang gemar muthala’ah dan berpartisipasi aktif dalam Bahtsul Masail, kerja tahqiq tersebut menjadi semakin mudah dilaksanakan.

Meskipun terdapat perselisihan ringan karena adanya perbedaan kalimat antara satu manuskrip dengan manuskrip lainnya, proses tahqiq tetap berjalan dengan baik. Dalam kegiatan tersebut, Nahdhatut Turots memfasilitasi lima manuskrip kitab Syaikhona Kholil yang telah didigitalisasi dan satu naskah kitab cetak yang diedarkan oleh Percetakan Salim Nabhan.

Setelah kerja tahqiq terselesaikan, para peserta selanjutnya melakukan koreksi bersama di Aula As-Suffah. Pada sore hari, 29 Agustus 2026, acara ditutup dengan mushafahah dan foto bersama.

Waba’du, inilah suatu kegiatan yang berlangsung dalam kesunyian dan rimbunnya pohon jati di Asrama Hidayatul Qur’an. Sebuah ikhtiar untuk menjaga kelestarian kitab warisan ulama Nahdliyyin di tengah panasnya Tambakberas yang kala itu penuh dengan dinamika dan kepentingan. Wallahu a’lam.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.