Jakarta, Arina.id—Israel memerintahkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem Timur sebagai tindakan balasan setelah Inggris bersama sejumlah negara Barat menjatuhkan sanksi perdagangan terhadap permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Selain menutup konsulat, Israel juga akan mengusir perwakilan Inggris dari pusat pemantauan rencana gencatan senjata di Gaza yang ditengahi Amerika Serikat. Pemerintah Israel turut melarang pelatihan Inggris bagi pasukan Otoritas Palestina dan membatasi kunjungan 12 warga negara Inggris.
Dilansir AFP, Rabu (9/9/2026), langkah tersebut diumumkan setelah 12 negara, termasuk Inggris, Kanada, dan Prancis, menyatakan akan menjatuhkan sanksi perdagangan terhadap permukiman Israel di Tepi Barat. Kebijakan itu diambil di tengah meningkatnya serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband yang menuduh pemukim Israel melakukan pembersihan etnis di Tepi Barat.
“Tuduhan yang disampaikan hari ini oleh menteri luar negeri di Parlemen Inggris adalah kebohongan yang keterlaluan,” ujar Saar.
Saar mengatakan konsulat Inggris yang ditutup berada di Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967. Israel kemudian menganeksasi wilayah tersebut dan mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya.
“Yerusalem yang bersatu adalah ibu kota Israel dan berada di bawah kedaulatan penuhnya,” tegas Saar.
“Setiap aktivitas asing di wilayah tersebut harus dilakukan melalui saluran yang diterima dan disepakati, serta tanpa melanggar kedaulatan Israel,” sambungnya.
Namun, sebagian besar negara, termasuk Inggris, tidak mengakui kedaulatan Israel atas Yerusalem Timur. Inggris dan mayoritas negara yang mengakui Israel juga masih menempatkan kedutaan besarnya di Tel Aviv.
Israel sebelumnya mengambil langkah serupa terhadap perwakilan negara Eropa. Pada 2024, Israel memerintahkan konsulat Spanyol di Yerusalem menghentikan layanan konsuler bagi warga Palestina setelah Spanyol mengakui Palestina sebagai negara.
Selain kebijakan terhadap Inggris, Kementerian Luar Negeri Israel juga menerbitkan daftar 12 warga negara Inggris yang dilarang memasuki Israel. Mayoritas dari mereka merupakan anggota parlemen.
Nama-nama yang masuk daftar tersebut antara lain mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn dan Zarah Sultana. Keduanya diketahui bergabung dalam pembentukan partai berhaluan kiri, Your Party.
Anggota parlemen Partai Buruh Diane Abbott juga termasuk dalam daftar tersebut.





Comments are closed.