Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Banjir Lumpuhkan Arus Logistik, Semarang–Pati Ditempuh 18 Jam

Banjir Lumpuhkan Arus Logistik, Semarang–Pati Ditempuh 18 Jam

banjir-lumpuhkan-arus-logistik,-semarang–pati-ditempuh-18-jam
Banjir Lumpuhkan Arus Logistik, Semarang–Pati Ditempuh 18 Jam
service

Pati, NU Online Jateng

Banjir yang menggenangi jalur Pantura di Kabupaten Pati dan Kudus menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan berdampak serius terhadap distribusi barang dan logistik. Akibat kondisi tersebut, waktu tempuh perjalanan dari Semarang menuju Pati yang biasanya hanya beberapa jam, kini memakan waktu jauh lebih lama.

Salah seorang sopir truk tronton, Ocong, mengaku harus menempuh perjalanan hingga 18 jam dari Semarang ke Pati. Ia berangkat dari Semarang pada Selasa (13/1/2026) pukul 17.00 WIB dan baru tiba di Pati pada Rabu (14/1/2026) pukul 11.00 WIB. Padahal, rencananya ia akan mengirim barang ke Provinsi Bali.

“Berangkat jam lima sore sampai sekarang belum lolos. Terjebak macet di dua titik Kudus dan Pati. Ini di Pati sendiri sudah lebih dari satu jam,” kata dia saat ditemui, Rabu (14/1/2026).

Menurut Ocong, dalam kondisi normal perjalanan dari Semarang ke Pati hanya membutuhkan waktu sekitar empat jam, bahkan pengiriman hingga Bali biasanya cukup ditempuh dalam satu malam. Namun, akibat banjir, ia terpaksa bermalam di jalan.

“Kalau nggak banjir ya cuma satu malam. Ini aja belum ada separuh perjalanan,” jelas dia.

Warga Kabupaten Batang itu mengaku pasrah jika kliennya mengeluhkan keterlambatan pengiriman barang karena kondisi bencana berada di luar perkiraan.

“Ya komplain sih komplain, cuma ya mereka menyadari,” kata dia.

Selain keterlambatan, Ocong juga mengeluhkan membengkaknya biaya operasional, mulai dari kebutuhan makan hingga bahan bakar minyak (BBM).

Keluhan serupa disampaikan sopir lainnya, Supri. Ia menyebut antrean kendaraan di jalur Pantura Pati sudah mengular lebih dari satu jam, bahkan sebelum memasuki lokasi banjir.

“Tadi sudah padat sejak lampu merah (lalu lintas) Perempatan Tanjang sampai pertigaan sini (Widorokandang),” ungkapnya.

Supri mengaku sedang mengirim barang dari Jakarta menuju Surabaya. Namun, akibat terjebak banjir di sejumlah titik, ia harus menerima kenyataan pengiriman menjadi terlambat.

“Terlambat lah, telat. Semarang nggak banjir, Kudus banjir, dan Pati ini juga banjir,” katanya.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.