Ditulis oleh Syahrianto •
KABARBURSA.COM – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menerima pengunduran diri salah satu anggota direksinya, Irwin Ka Pui Wan, di tengah perhatian pasar terhadap saham emiten tambang tersebut pasca perubahan komposisi indeks MSCI.
Manajemen AMMN dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan perusahaan telah menerima pemberitahuan resmi pengunduran diri Irwin Ka Pui Wan pada 14 Mei 2026.
Agenda tersebut selanjutnya akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026.
“Perseroan telah menerima pemberitahuan resmi dari Bapak Irwin Ka Pui Wan sehubungan rencana pengunduran diri beliau selaku Direktur Perseroan,” tulis manajemen AMMN dalam keterbukaan informasi dikutip Senin, 18 Mei 2026.
AMMN menyampaikan proses pengunduran diri tersebut akan dijalankan sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), termasuk POJK Nomor 33 Tahun 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, serta ketentuan Anggaran Dasar perusahaan.
Perseroan menyatakan agenda terkait pengakhiran masa jabatan Irwin Ka Pui Wan akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPST mendatang.
Di tengah perubahan struktur manajemen tersebut, AMMN memastikan kondisi operasional dan keuangan perusahaan tetap berjalan normal. Manajemen menegaskan informasi material tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha perusahaan.
“Informasi atau fakta material ini tidak berdampak merugikan bagi kegiatan usaha dan keuangan Perseroan,” tulis manajemen.
AMMN saat ini merupakan salah satu emiten tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia dengan aset utama tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perusahaan juga terus memperluas rantai bisnis hilirisasi melalui sejumlah anak usaha yang bergerak di bidang pengolahan logam, energi, infrastruktur, hingga logistik.
Struktur grup AMMN mencakup PT Amman Mineral Industri yang mengelola proyek smelter dan pengolahan logam, PT Amman Mineral Energi, PT Amman Nusantara Gas, PT Sumbawa Nusantara Infrastruktur, hingga Amman Mineral Contractors Singapore Pte. Ltd.
Perubahan jajaran direksi ini terjadi ketika saham AMMN masih berada dalam tekanan pasar setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan saham tersebut dari MSCI Global Standard Index dalam evaluasi Mei 2026. Perubahan tersebut memicu peningkatan volatilitas dan arus keluar dana asing dari saham-saham yang terdampak rebalancing indeks global.
Meski demikian, secara fundamental AMMN masih mencatatkan kinerja keuangan besar dengan dukungan bisnis tambang tembaga dan emas serta pengembangan fasilitas hilirisasi smelter yang sedang berlangsung di dalam grup usaha.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.