Sun,10 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Anak Selalu Demam Setelah Diimunisasi? Ini Penjelasan Dokter

Anak Selalu Demam Setelah Diimunisasi? Ini Penjelasan Dokter

anak-selalu-demam-setelah-diimunisasi?-ini-penjelasan-dokter
Anak Selalu Demam Setelah Diimunisasi? Ini Penjelasan Dokter
service

Jakarta

Setelah imunisasi, banyak orang tua yang merasa panik karena Si Kecil tiba-tiba mengalami demam. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab anak selalu demam setelah diimunisasi?

Kondisi ini memang cukup sering terjadi dan kerap membuat orang tua merasa khawatir. Sebelum kita bahas lebih jauh, Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Infeksi Penyakit Tropis di Jakarta, dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A, Subsp.Inf.P.T(K), IBCLC, PhD, menjelaskan pentingnya imunisasi bagi Si Kecil.

“Imunisasi itu penting karena dia membantu anak agar daya tahan tubuhnya bisa kebal terhadap penyakit tertentu. Memang secara umum, kekebalan anak ada yang non spesifik. Jadi bersifat non spesifik, artinya sistem kekebalan tubuh seperti tentara tubuh bisa bekerja melawan secara umum,” ujar dr. Karyanti, dikutip dari kanal YouTube @IDAITV2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tapi untuk penyakit-penyakit yang spesifik, seperti difteri, pertusis, tetanus, dan campak, itu perlu kekebalan yang terbentuk secara khusus, yang memang spesifik untuk melawan bakteri-bakteri tersebut,” lanjutnya.

Lalu, mengapa sebagian anak bisa mengalami demam setelah imunisasi, ya? Mari cari tahu jawaban selengkapnya berikut ini, Bunda.

Dokter Karyanti menjelaskan bahwa demam setelah imunisasi adalah reaksi yang normal. Kondisi ini terjadi karena tubuh Si Kecil sedang membentuk kekebalan tubuh sebagai respons terhadap imunisasi yang diberikan.

“Kalau Ayah Bunda anaknya selalu demam pada saat imunisasi, itu sebenarnya reaksi demam itu reaksi normal tubuh,” ujar dr. Karyanti.

“Jadi, jangan khawatir. Artinya, tubuh anak lagi membentuk kekebalan tubuh, makanya agak hangat ya, demam. Tapi, kalau misalnya dikasih obat penurun panas, dan itu biasanya paling satu atau dua hari ya setelah vaksinasi. Jadi, jangan khawatir dan belum tentu imunisasi berikutnya anak demam,” lanjutnya.

Karena itu, imunisasi tetap harus dikejar sesuai dengan jadwal ya, Bunda. Tujuannya agar anak tetap terlindungi dari berbagai penyakit serta kecacatan seumur hidup.

“Saran saya tetap kejar imunisasi. Karena tujuan imunisasi adalah melindungi anak agar terhindar dari penyakit-penyakit yang berat, penyakit yang mengancam nyawa, dan membuat cacat seumur hidup.

Lebih lanjut, dr. Karyanti menjelaskan imunisasi membantu melindungi anak dari berbagai penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Beberapa di antaranya seperti difteri, pertusis, dan tetanus.

“Jadi, anak-anak terlindung dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi ya, seperti difteri, pertusis, tetanus, ya,” katanya.

Pertolongan saat anak demam karena imunisasi

Apabila anak demam karena setelah diimunisasi, Bunda tidak perlu panik, karena ada beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu Si Kecil lebih nyaman.

1. Menyusu atau minum lebih sering

Menurut dr. Karyanti, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memastikan anak tetap cukup cairan. Cara paling mudah adalah dengan menyusu atau minum sesering mungkin sesuai kebutuhannya.

“Pertolongan pertama untuk menahan demam adalah beri dia menyusu sesering mungkin atau minum sesering mungkin,” ungkapnya.

2. Berikan obat penurun panas

Apabila demam membuat Si Kecil tampak tidak nyaman, Bunda bisa memberikan bantuan berupa obat penurun panas. Obat ini digunakan sesuai kebutuhan dan anjuran yang tepat.

“Kedua, boleh dibantu kasih antipiretik, obat panas, parasetamol,” kata dr. Karyanti

3. Kompres dengan air hangat

Selanjutnya, Bunda bisa membantu menurunkan suhu tubuh Si Kecil dengan melakukan kompres air hangat. Fokuskan pada area lipatan tubuh seperti ketiak dan pangkal paha supaya lebih efektif.

“Lalu, bantu kompres dengan air hangat. Jadi, yang dikompres dengan sapu tangan atau lap basah dengan baskom ya. Kemudian, yang dikompres adalah lipatan ketiak dan lipat inguinal, dari lipat pangkal paha ya di situ,” jelasnya.

“Jadi, lakukan itu 10-15 menit, itu cepat sekali panas keluar melalui pori-pori, sama seperti saat orang tua memberikan obat panas, terus anak berkeringat,” sambungnya.

4. Hindari selimut atau pakaian tebal saat anak demam

Di saat anak demam, sebaiknya hindari penggunaan selimut atau pakaian berlapis-lapis ya, Bunda. Hal ini justru dapat membuat panas tubuh anak tertahan di dalam.

“Jangan dipakaikan baju berlapis-lapis atau diselimuti terlalu tebal, karena malah bikin panasnya tertahan di dalam. Nah, itu membuat panasnya naik lagi. Yang kita takutkan kalau anak kejang,” tegas dr. Karyanti.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.