Asal Usul KA Argo Bromo Anggrek hingga Berubah Nama Jadi KA Anggrek
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan perubahan nama pada Kereta Api (KA) Argo bromo Anggrek menjadi KA Anggrek per 9 Mei 2026. Dalam unggahan di berbagai akun media sosialnya, KAI menyebut bahwa perubahan ini menjadi wujud komitmen mereka untuk memberikan layanan terbaik bagi setiap penumpang setia kereta api Indonesia.
Penamaan ini bukan tanpa sebab. Nama “Anggrek” bermakna keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan.
“Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Bertumpu tanpa mengabil alih. Dekat tanpa merusak. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah,” tulis KAI.
Asal Usul KA Argo Bromo Anggrek, Sang Raja Utara
Disadur dari PT INKA (Persero), semuanya bermula saat KAI meluncurkan KA Argo Bromo. Peluncurannya dilakukan untuk menyambut HUT RI ke-50.
KA Argo Bromo dikenal sebagai JS-950 dan melayani rute Jakarta Gambir-Surabaya Pasarturi. Kode “JS” berarti Jakarta-Surabaya. Sementara itu “950” berarti 9 jam (waktu tempuh) dan HUT RI ke-50.
Kala itu, KA ini mencetak sejarah baru dalam perkeretaapian Indonesia karena menghubungkan dua kota metropolitan itu dalam waktu singkat. Sejak dulu, Argo Bromo sudah membawa rangkaian eksekutif.
Kemudian, pada 24 September 1997, KAI mengembangkan KA Argo Bromo dan meluncurkan “saudaranya”, yakni KA Argo Bromo Anggrek (ABA). Dibandingkan si kakak, KA Argo Bromo Anggrek dirancang jauh lebih elegan dan nyaman. PT INKA juga membuat agar goncangan dalam kereta semakin minim.
Sejak saat itu, Indonesia memiliki dua KA Argo Bromo. Keduanya pun melayani rute yang sama. Namun, pada 1997, KA Argo Bromo dialihkan menjadi KA Bima dan melayani rute yang sama via jalur selatan (Yogyakarta-Purwokerto).
Sementara itu, Argo Bromo Anggrek masih eksis hingga saat ini. Kereta ini juga dijuluki “Sang Raja Utara” karena memiliki kecepatan yang mumpuni.
Kini, KA Argo Bromo Anggrek bertransformasi menjadi KA Anggrek. Penyederhanaan nama ini bukan meninggalkan jejak sejarah, tapi perubahan yang membawa semangat baru.
Kawan GNFI mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa KAI memiliki beberapa nama kereta yang diberi nama depan “Argo”. Merujuk dari akun Instagram resmi KAI di @kai121, “Argo” berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti gunung.
Kereta api kelas Argo dikenal memiliki waktu tempuh yang cepat. Kereta ini juga hanya berhenti di beberapa stasiun saja, lebih sedikit dibandingkan kereta api lain di rute atau relasi yang sama.
Kelas Argo menjadi layanan kereta api penumpang kelas eksekutif tertinggi milik PT KAI (Persero). Kereta ini juga dianggap sangat unggul dan “berkelas” di antara kereta-kereta lainnya, karena merupakan produk flagship yang menawarkan kecepatan, kenyamanan, dan rangkaian premium.
Menariknya, kereta-kereta dengan nama Argo sudah beberapa kali mengalami percepatan waktu tempuh yang sangat signifikan, termasuk Argo Bromo Anggrek. Bahkan, KA Argo Bromo Anggrek alias KA Anggrek saat ini juga merupakan kereta api jarak jauh tercepat di Indonesia.
KA Argo Bromo Anggrek, Kereta Api Jarak Jauh Tercepat di Indonesia
Kawan GNFI, KA Argo Bromo adalah kereta api jarak jauh konvensional tercepat di Indonesia saat ini. Dengan kecepatan mencapai 115 hingga 120 km/jam, KA ini mampu menyingkat perjalanan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Surabaya Pasarturi (PP) hanya dalam waktu 7 jam 45 menit saja.
Sebagai informasi, jarak antara dua kota terbesar di Indonesia itu adalah lebih dari 780 km. Jika menaiki mobil dan melewati Jalan Tol Trans Jawa, Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu 9-10 jam jika lancar.
Sementara itu, jika naik kereta kelas non-Argo, umumnya perjalanan memakan waktu sekitar 8-10 jam. Artinya, KA Argo Bromo Anggrek bisa menyingkat waktu perjalanan sehingga menjadi lebih efisien.
KAI juga terus melakukan penyesuaian waktu tempuh KA Argo Bromo Anggrek. Tahun 2019 silam, Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu 9 jam. Kemudian, tahun 2020-2024, KA ini terus mengalami percepatan waktu tempuh menjadi 8 jam lebih.
Akhirnya, di tahun 2025, KA Argo Bromo Anggrek bisa membawa penumpang melaju dari Jawa Timur ke ibu kota hanya dalam waktu 7 jam 45 menit. Perubahan ini diiringi dengan dihapuskannya beberapa stasiun pemberhentian KA, sehingga waktu perjalanan menjadi jauh lebih cepat.
Kawan GNFI ada yang pernah merasakan sensasi naik kereta api “mahal” ini?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News





Comments are closed.