Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Awas! Anak dengan Kemampuan Baca dan Tulis Rendah Berisiko Tidak Berprestasi

Awas! Anak dengan Kemampuan Baca dan Tulis Rendah Berisiko Tidak Berprestasi

awas!-anak-dengan-kemampuan-baca-dan-tulis-rendah-berisiko-tidak-berprestasi
Awas! Anak dengan Kemampuan Baca dan Tulis Rendah Berisiko Tidak Berprestasi
service

Pernah nggak Bunda bayangkan betapa luasnya dunia yang bisa dijelajahi Si Kecil lewat kemampuan membaca dan menulis? Dua kemampuan ini adalah fondasi dasar yang akan ia pakai seumur hidupnya.

Tak bisa dipungkiri, dalam berbagai lini kehidupan tentu membutuhkan kemampuan baca dan menulis, itulah mengapa kedua kemampuan tersebut tidak boleh dilewatkan oleh anak-anak. Dengan membaca dan menulis, seseorang dapat menjalani berbagai pekerjaan dengan lebih mudah dan lancar.

Sebaliknya, jika kemampuan membaca dan menulis rendah, justru dapat merugikan diri sendiri karena akan kehilangan banyak kesempatan.

Salah satunya ketika duduk di bangku sekolah, Bunda. Hampir seluruh kegiatan di sekolah membutuhkan kemampuan tersebut, mulai dari memahami soal, membaca buku pelajaran, hingga menuliskan jawaban atas soal-soal yang diberikan.

Melansir dari World Literacy Foundation, ketika anak sulit membaca atau menulis, mereka juga akan sulit memahami materi pelajaran, Bunda. Akibatnya, hasil belajar menjadi kurang maksimal dan prestasi akademik pun dapat menurun.

Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi setiap negara, sebab kemampuan membaca dan menulis yang rendah dapat berdampak luas, baik itu pada keluarga maupun aspek lain, seperti ekonomi. Sehingga dapat dikatakan masalah ini akan berdampak panjang bila tak segera diatasi.

Permasalahan rendahnya kemampuan membaca dan menulis merupakan isu global yang sangat serius. Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), berbagai negara telah berkomitmen untuk mengurangi 165 juta anak dengan buta huruf pada tahun 2030.

Namun, data terbaru justru menunjukkan adanya peningkatan sebesar 21 juta anak buta huruf, jauh dari prediksi sebelumnya. Bahkan, World Bank memperkirakan 70 persen anak di negara berpenghasilan rendah tidak mampu membaca dan memahami teks sederhana.

Tidak hanya pada anak-anak, kemampuan membaca dan menulis yang rendah juga ditemukan pada kelompok dewasa yang memengaruhi aspek politik, Bunda. Mengutip dari laman Universitas Hamburg, pada LEO PIAAC 2023 setidaknya ditemukan data sebagai berikut:

  • Proporsi masyarakat dengan tingkat literasi rendah di Jerman berada pada angka 20 persen, setara dengan 10,6 juta orang dewasa berusia 16-65 tahun.
  • Terdapat kesenjangan kepercayaan pengaruh politik (efikasi diri politik) di Jerman pada orang dewasa yang tingkat literasinya rendah dan tinggi. 17 persen orang dengan literasi rendah percaya dan 33 persen orang dengan literasi yang lebih tinggi tidak percaya.
  • Di Austria, orang dewasa yang literasinya tinggi dan rendah sama-sama merasa tidak didengar dalam hal politik. Mayoritas warganya juga merasa suara mereka tidak dipedulikan oleh pemerintah.
  • Sementara di Swiss, orang dewasa dengan literasi tinggi dan rendah sekalipun merasa punya pengaruh yang besar dalam politik. Sebanyak 42 persen merasa suara mereka didengar oleh pemerintah.

Tidak hanya berisiko menurunkan prestasi, rendahnya kedua kemampuan tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masa depan anak, Bunda. Berikut hal-hal yang harus orang tua ketahui, dikutip dari laman World Literacy Foundation.

1. Terhambatnya kehidupan setelah sekolah

Anak dengan kemampuan membaca dan menulis yang rendah mengalami berbagai kesulitan di sekolah yang membuatnya sangat tertinggal dibandingkan teman sebayanya. Selain berdampak pada hasil akademik, risiko putus sekolah juga sangat besar.

Apabila anak putus sekolah, tentunya mereka gagal untuk mendapatkan ijazah sekolah. Tanpa ijazah sekolah dan kemampuan yang terbatas, mereka sangat berisiko menghadapi hambatan yang lebih besar saat memasuki dunia kerja yang profesional.

2. Ekonomi

Hal ini tentunya juga akan berdampak pada ekonomi, Bunda. Seperti yang kita tahu bahwa pendidikan berkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan, sehingga keterbatasan dalam membaca dan menulis dapat menjebak seseorang dalam siklus kemiskinan.

Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak juga disebabkan oleh masalah tersebut. Nantinya akan berdampak pada rendahnya pendapatan, terbatasnya peluang kerja atau jenjang karier, hingga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.

3. Konsekuensi sosial dan emosional

Anak-anak yang memiliki kemampuan membaca dan menulis rendah mungkin akan merasa malu, canggung, atau terisolasi. Emosi ini dapat menyebabkan kurangnya kepercayaan diri dan penilaian diri serta mengganggu mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial.

4. Kesehatan mental

Stress dan frustrasi akibat tidak mampu memahami banyak hal yang berkaitan dengan tulisan dapat menyebabkan kecemasan hingga depresi. Ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengekspresikan diri melalui bacaan dan tulisan membuat mereka merasa kesepian dan terasingkan.

5. Keluarga 

Kemampuan membaca dan menulis yang rendah dapat memberikan efek domino dalam kehidupan, terutama pada keluarga. Misalnya, orang tua yang memiliki keterbatasan tersebut kurang mampu mendukung pendidikan anak-anak mereka sehingga sang anak juga mengalami hal serupa.

Demikian informasi mengenai bagaimana kemampuan membaca dan menulis yang rendah pada anak usia sekolah mampu memengaruhi masa depannya. Semoga penjelasannya bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.