Mon,31 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Sampurna, Orangutan yang Tercekik Asap Karhutla Ketapang

Sampurna, Orangutan yang Tercekik Asap Karhutla Ketapang

sampurna,-orangutan-yang-tercekik-asap-karhutla-ketapang
Sampurna, Orangutan yang Tercekik Asap Karhutla Ketapang
service

Pagi di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, tak lagi menjanjikan embun dan udara segar. Pada Minggu (30/8/2026), kabut asap pekat sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menggantung rendah, menyelimuti tajuk-tajuk pohon dan mencekik pernapasan siapa saja yang menghirupnya. Di tengah kepungan asap beracun itulah, seekor orangutan Kalimantan jantan dewasa terkapar tak berdaya.

Warga setempat memanggilnya Sampurna. Namun pagi itu, kondisi sang raja kanopi jauh dari kata sempurna. Tubuh besarnya yang biasa berayun gagah di kedalaman rimba, kini lunglai di area perkebunan warga. Matanya sayu dan napasnya tersengal berat. Ia tak sedang mencari makan; ia sedang mencari ruang untuk sekadar bisa bernapas, dipaksa keluar dari benteng terakhirnya yang hangus dilalap api.

Keberadaan primata malang ini pertama kali disadari oleh warga sekitar pukul 06.00 WIB. Menyadari kondisi satwa dilindungi tersebut tengah berada di ambang batas kemampuannya, warga segera melapor. Tak lama berselang, tim gabungan dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan IAR Indonesia (YIARI) tiba di lokasi dengan peralatan evakuasi.

Sarbandi, Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar yang turun langsung ke lapangan, menjadi saksi bisu betapa buruknya kondisi udara saat evakuasi berlangsung. Jejak bencana ekologis itu masih sangat terasa. “Kebakaran yang cukup parah memang terjadi di sekitar lokasi sehari sebelumnya. Bahkan saat tim kami tiba untuk mengevakuasi, asap di area ini masih sangat tebal,” kisahnya seperti dilansir Kolase.

Bagi satwa liar yang mengandalkan kepekaan insting dan kelancaran sirkulasi udara di hutan tropis, asap pekat adalah teror yang mematikan. Dokter hewan YIARI, Komara, memberikan diagnosis yang menyoroti penderitaan senyap yang dialami Sampurna sebelum akhirnya dievakuasi.

“Paparan asap karhutla dalam kondisi yang pekat dapat mengganggu sistem pernapasan satwa secara drastis,” jelas Komara. “Kondisi ini menyebabkan mereka mengalami hipoksia, sebuah keadaan medis di mana tubuh satwa kekurangan suplai oksigen secara parah.”

Hipoksia membuat organ-organ vital satwa melemah. Sampurna tak ubahnya seperti manusia yang terjebak di dalam ruang tertutup penuh asap pembakaran—ia kehabisan udara bersih di tanah kelahirannya sendiri.

Nasib Sampurna adalah potret muram dari krisis ekologis musiman yang terus mendera lanskap Ketapang. Di saat pepohonan tumbang menjadi arang, satwa liar tidak hanya kehilangan rumah dan sumber pakan, tetapi juga hak paling dasar mereka: udara untuk bernapas.

Menghadapi eskalasi karhutla yang mengancam keanekaragaman hayati, Direktur Operasional YIARI, Argitoe Ranting, menegaskan bahwa pihaknya berada dalam kondisi siaga penuh. “Tim medis dan tim penyelamatan kami terus disiagakan selama 24 jam. Kami harus merespons secepat mungkin setiap laporan terkait satwa yang terdampak langsung oleh karhutla,” tegasnya.

Penyelamatan Sampurna sayangnya bukanlah sebuah garis akhir. Evakuasi dramatis di pagi buta itu justru menambah panjang daftar individu orangutan yang terpaksa ditarik keluar dari habitatnya oleh BKSDA Kalbar dan YIARI sepanjang bulan Agustus 2026. Bencana karhutla telah memicu gelombang pengungsi dari kalangan satwa liar.

Kini, Sampurna telah berada di bawah penanganan medis untuk memulihkan kembali napas dan tenaganya. Harapan untuk mengembalikannya ke alam liar tetap menyala, namun sebuah pertanyaan besar masih menggantung di langit Kalimantan yang kelabu: Jika Sampurna sembuh nanti, masih adakah sisa hutan bebas asap yang aman untuk ia sebut sebagai rumah?


Jurnalisme lingkungan Indonesia butuh dukungan Anda. Bantu Ekuatorial.com terus menyajikan laporan krusial tentang alam dan isu iklim.


0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.