EURO/USD1,17
%-0.02
Oil61,12
%-0.26
BTC0,000000
%0
ETH0,000000
%0
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG

BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG

bgn-sebut-240-ribu-satuan-pendidikan-belum-terima-mbg
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
0
Share

Share This Post

or copy the link

Jakarta, NU Online 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mencatat bahwa sekitar 240.000 satuan pendidikan di Indonesia belum menerima layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Pendataan BGN, jelas Sudaryono mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan yang terdiri atas sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya. Dari jumlah tersebut, katanya, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. 

“Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai,” katanya dikutip NU Online dari laman bgn.go.id pada Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, pemutakhiran data penerima manfaat penting untuk memastikan perluasan MBG berjalan terukur dan tepat sasaran. Ia menekankan, perluasan tidak hanya didasarkan pada jumlah satuan pendidikan, tetapi juga memperhatikan prioritas dan kondisi masing-masing wilayah.

Selain itu, katanya, BGN akan memprioritaskan penerima MBG untuk satuan pendidikan yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang berkerjasama dengan institusi internasional maupun nasional,” katanya.

“(Selain itu) sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana bos (dikeluarkan dari penerima MBG),” sambungnya.

Masyarakat Sipil Somasi Pemerintah soal Program MBG

Perwakilan Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia (KOSPI) dan MBG Watch, Muhammad Isnur menegaskan bahwa pihaknya telah resmi mengeluarkan somasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BGN Sudaryono, dan Ketua DPR Puan Maharani yang diserahkan di Kantor BGN, Jakarta, sejak Kamis (10/9/2026) silam.

Somasi tersebut, kata Isnur, terkait penyelenggaraan MBG, terutama soal keselamatan penerima, tata kelola program, dan anggaran MBG dalam APBN 2027. 

“Somasi ini menyoroti dua persoalan utama dalam penyelenggaraan MBG, yaitu berulangnya keracunan MBG serta persoalan konstruksi anggaran MBG yang membajak anggaran pendidikan,” katanya kepada NU Online pada Sabtu (12/9/2026).

Isnur menegaskan bahwa KOSPI dan MBG Watch memberikan waktu 7×24 jam kepada para pihak untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Jika tuntutan tidak dipenuhi, jelasnya, koalisi akan menempuh upaya hukum dan konstitusional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

0
mutlu
Mutlu
0
_zg_n
Üzgün
0
sinirli
Sinirli
0
_a_rm_
Şaşırmış
0
vir_sl_
Virüslü
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
+ - 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.