Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Biji Kesumba Keling Berpotensi untuk Antikanker Payudara

Biji Kesumba Keling Berpotensi untuk Antikanker Payudara

biji-kesumba-keling-berpotensi-untuk-antikanker-payudara
Biji Kesumba Keling Berpotensi untuk Antikanker Payudara
service

Kanker payudara masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat dunia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory tahun 2022, terdapat sekitar 2,3 juta kasus baru kanker payudara secara global dengan 670.000 kematian.

Di antara berbagai subtipe kanker payudara, Triple-Negative Breast Cancer (TNBC) menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena karakteristiknya yang agresif dan kemampuannya bermetastasis.

Kondisi ini mendorong tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Bixinhope Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengeksplorasi potensi bahan alam sebagai kandidat terapi pendamping kanker payudara.

Tim yang terdiri atas Haafizh Azmi Khairiil Qais, Amyra Salma Arma Putri, Pradipta Ayman Subagyo, dan Jasmine Allisya Zahwa dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), serta Madeline Manik dari Fakultas Farmasi UGM, mengembangkan penelitian terhadap biji kesumba keling (Bixa orellana) dengan didampingi dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D.

Pemilihan kesumba keling didasarkan pada kandungan senyawa bioaktif, di antaranya bixin dan norbixin, yang diketahui memiliki beragam aktivitas biologis. Tim PKM ini tidak hanya mengeksplorasi keberadaan senyawa tersebut, tetapi juga mengkaji potensinya dalam memengaruhi mekanisme yang berkaitan dengan perkembangan dan penyebaran sel kanker.

Dosen pendamping, Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, menjelaskan bahwa penelitian ini diarahkan sebagai upaya mencari kandidat terapi adjuvan yang dapat mendampingi kemoterapi. Kemoterapi hingga saat ini masih menjadi tatalaksana utama TNBC, tetapi penggunaannya memiliki sejumlah keterbatasan.

“Kemoterapi saat ini sebagai tatalaksana utama dari kanker payudara Triple Negative Breast Cancer, namun memang memiliki banyak efek samping. Potensi bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai terapi adjuvan kemoterapi yang minim efek samping,” jelas Dwi dalam keterangan, Selasa, 8 September 2026 dikutip dari laman UGM.

Terapi adjuvan dalam penelitian ini ditempatkan sebagai pendamping, bukan pengganti kemoterapi. Karena itu, penelitian ini masih berada pada tahap awal untuk melihat sejauh mana biji kesumba keling memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Biji kesumba keling dalam penelitian ini dikembangkan sebagai terapi adjuvan, bukan untuk menggantikan kemoterapi. Penelitian ini menjadi langkah awal dalam mengeksplorasi potensinya sebagai kandidat antikanker yang dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujar Haafizh Azmi Khairiil Qais, ketua tim PKM.

Untuk melihat potensi tersebut secara lebih spesifik, penelitian ini berfokus pada Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9), protein yang berperan dalam proses migrasi dan metastasis sel kanker. Tim mengkaji pengaruh Bixa orellana terhadap ekspresi MMP-9 pada sel kanker payudara MDA-MB-231 melalui pendekatan in silico dan in vitro.

Penelitian diawali dengan pendekatan in silico untuk memprediksi interaksi senyawa bioaktif dari Bixa orellana dengan protein MMP-9. Setelah itu, penelitian dilanjutkan dengan pengujian in vitro menggunakan ekstrak biji kesumba keling pada sel kanker payudara MDA-MB-231.

Pada tahap in vitro, tim mengamati tiga aspek, yakni kemampuan ekstrak dalam menekan pertumbuhan sel kanker, memperlambat kemampuan sel kanker untuk menyebar, serta menurunkan aktivitas protein MMP-9.

“Pertama, apakah ekstrak mampu menekan pertumbuhan sel kanker. Kedua, apakah ekstrak bisa memperlambat kemampuan sel kanker untuk menyebar dan ketiga, apakah ekstrak dapat menurunkan aktivitas protein MMP-9, yakni protein yang berperan besar dalam membantu sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain,” kata Qais.

Dalam prosesnya, tim menggunakan pendekatan Bioassay-guided fractionation. Pendekatan tersebut memungkinkan penelitian dilakukan dengan menguji berbagai fraksi dari biji kesumba keling untuk melihat fraksi yang menunjukkan aktivitas paling potensial.

“Tentu saja banyak tantangannya. Saat ini penelitian kami menggunakan Bioassay-guided fractionation, sehingga cukup banyak fraksinasi biji kesumba keling yang kami gunakan untuk kami ujikan secara in vitro,” katanya.

Melalui tahapan ini, tim mahasiswa berupaya memperoleh gambaran yang lebih spesifik mengenai potensi biji kesumba keling. Penelitian tidak berhenti pada pertanyaan apakah ekstrak memiliki aktivitas terhadap sel kanker, tetapi juga diarahkan untuk mengetahui fraksi yang paling aktif, konsentrasi yang memberikan efek paling optimal, serta mekanisme molekuler yang berkaitan dengan penghambatan MMP-9.

Temuan dari rangkaian penelitian ini nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan kandidat fraksi yang paling menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai terapi adjuvan pada TNBC.

Dengan demikian, eksplorasi kesumba keling melalui riset ini menjadi salah satu upaya mahasiswa UGM dalam mengkaji pemanfaatan bahan alam Indonesia untuk pengembangan kandidat terapi berbasis biomedis.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.