Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Dampak Abu Vulkanik terhadap Tanaman dan Lahan Pertanian

Dampak Abu Vulkanik terhadap Tanaman dan Lahan Pertanian

dampak-abu-vulkanik-terhadap-tanaman-dan-lahan-pertanian
Dampak Abu Vulkanik terhadap Tanaman dan Lahan Pertanian
service

Pakar Ilmu Tanah IPB University, Iskandar, mengatakan dampak abu vulkanik terhadap tanaman sangat bergantung pada lama tanaman terpapar abu. Semakin lama gangguan berlangsung, semakin besar potensi kerusakan yang ditimbulkan.

“Jika gangguan berlangsung berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, dampaknya akan buruk,” ujarnya dalam wawancara secara daring di Bogor, Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, ketika daun dan batang tanaman tertutup abu vulkanik, proses fotosintesis akan terganggu karena stomata tertutup oleh lapisan abu. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman, bergantung pada berapa lama abu vulkanik menempel pada permukaan daun. “Tanaman bisa gagal dalam proses pembungaan dan gagal panen,” katanya.

Iskandar menjelaskan, dampak abu vulkanik terhadap tanaman juga dipengaruhi oleh jarak dari pusat letusan. Di wilayah yang relatif dekat dengan pusat letusan, abu vulkanik yang jatuh masih memiliki suhu cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan kerusakan fisik pada tanaman.

“Untuk jarak yang relatif dekat, abu vulkanik masih cukup panas dan dapat menimbulkan kerusakan secara fisik. Tanaman layu dan akhirnya mati,” ujarnya.

Ia mengatakan, lama abu vulkanik bertahan di permukaan lahan juga bergantung pada curah hujan. Abu vulkanik, terutama yang memiliki lapisan tipis, relatif mudah terbawa oleh aliran air hujan.

Semakin jauh dari pusat letusan, ukuran butiran abu vulkanik umumnya semakin halus dan ringan. Sementara itu, di sekitar pusat letusan, material yang dikeluarkan bukan lagi berupa debu, tetapi dapat berupa pasir, kerikil, hingga bongkahan batu.

Terkait penanganan lahan pertanian yang terdampak abu vulkanik, Iskandar menyarankan agar lahan segera diolah setelah hujan abu berakhir dan masyarakat sudah dapat kembali beraktivitas secara normal, terutama jika lapisan abu yang menutupi lahan relatif tipis.

Namun, apabila lapisan abu cukup tebal, pengolahan tanah akan menjadi lebih berat. Menurutnya, abu vulkanik sebaiknya tidak langsung dibuang, tetapi dapat dicampurkan dengan tanah. Selanjutnya, kondisi tanah perlu diperiksa, antara lain melalui pengukuran pH dan daya hantar listrik (DHL).

Iskandar menyebut sebaran abu vulkanik juga dapat menjadi salah satu proses alami yang berpotensi membantu menyuburkan kembali tanah yang telah mengalami degradasi.

“Begitu abu vulkanik yang ada di permukaan tanah terkena air hujan, maka akan dilepaskan berbagai macam unsur yang bermanfaat sebagai hara tanaman, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K) dan lain-lain,” katanya.

Karena itu, ia berharap hujan abu vulkanik tidak berlangsung dalam waktu lama sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan lahan pertanian dapat segera dipulihkan.

“Jadi semoga saja ‘hujan’ abu vulkanik ini tidak berlama-lama, masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal dan tanah kembali subur,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.