Sat,23 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. BIPI Lepas Bisnis Batu Bara Rp1,79 Triliun, Mau Putar Arah?

BIPI Lepas Bisnis Batu Bara Rp1,79 Triliun, Mau Putar Arah?

bipi-lepas-bisnis-batu-bara-rp1,79-triliun,-mau-putar-arah?
BIPI Lepas Bisnis Batu Bara Rp1,79 Triliun, Mau Putar Arah?
service

KABARBURSA.COM – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berencana melepas 99,90 persen saham PT Sintesa Bara Gemilang (SBG) senilai Rp1,79 triliun kepada PT Indo Panca Borneo (IPB). 

Transaksi tersebut membuat BIPI bersiap keluar dari salah satu portofolio utama bisnis batu bara yang selama ini menopang aset dan pendapatan grup.

Manajemen BIPI dalam keterbukaan informasi menyebut transaksi dilakukan sebagai bagian strategi restrukturisasi portofolio usaha sekaligus menurunkan tekanan leverage di tengah fluktuasi industri komoditas batu bara.

“Perseroan memandang Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis untuk merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor pertambangan batu bara serta membuka peluang investasi bisnis baru,” tulis manajemen BIPI dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.

Transaksi tersebut dilakukan melalui penjualan 4.995 saham atau setara 99,90 persen kepemilikan BIPI di SBG. Nilai transaksi mencapai Rp1,79 triliun dan telah dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli dan Pengalihan Saham Bersyarat pada 21 Mei 2026.

BIPI menjelaskan transaksi wajib memperoleh persetujuan pemegang saham karena masuk kategori transaksi material berdasarkan POJK 17/2020. Hal tersebut terjadi karena skala bisnis SBG sangat besar dibanding konsolidasi grup BIPI.

Berdasarkan laporan keuangan audit 2025, total aset SBG mencapai USD626,33 juta dengan pendapatan sebesar USD197,92 juta. Sementara total aset konsolidasi BIPI tercatat USD1,59 miliar dan pendapatan sebesar USD235,09 juta.

Struktur bisnis SBG sendiri mencakup jaringan usaha batu bara yang luas, mulai dari perdagangan, pertambangan, pelabuhan, logistik, hingga infrastruktur tambang. Grup ini juga memiliki entitas usaha di Indonesia, Singapura, Hong Kong, Mauritius, hingga Madagascar.

Beberapa entitas di bawah SBG antara lain Tiger Energi Trading Pte Ltd, Sakari Resources Ltd, PT Jembayan Muarabara, PT Arzara Barindo Energitama, PT Karbon Mahakam, hingga PT Bahari Cakrawala Sebuku.

Dalam dokumen keterbukaan informasi, manajemen menyebut salah satu pertimbangan utama pelepasan SBG adalah beban pinjaman jumbo yang dimiliki entitas tersebut. 

Hingga akhir 2025, SBG memiliki kewajiban kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar USD238,93 juta atau sekitar Rp4,01 triliun.

Pinjaman tersebut memiliki bunga 11,50 persen per tahun dengan jatuh tempo pada November 2031. Menurut manajemen, pelepasan SBG akan membuat kewajiban tersebut tidak lagi terkonsolidasi dalam laporan keuangan BIPI.

“Hal ini akan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas atau DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban keuangan atas pinjaman pada masa mendatang,” tulis manajemen.

Dokumen proforma perseroan menunjukkan rasio liabilitas terhadap ekuitas diperkirakan turun dari sekitar 2,69 kali menjadi sekitar 1,73 kali setelah transaksi efektif. Penurunan leverage tersebut dinilai dapat memperbaiki fleksibilitas keuangan perusahaan.

Selain memperbaiki struktur permodalan, BIPI juga menyebut hasil transaksi akan digunakan untuk mendukung strategi pertumbuhan baru. Perseroan membuka peluang ekspansi melalui investasi organik maupun anorganik di luar bisnis batu bara.

“Perseroan dapat menggunakan dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang memiliki potensi,” tulis manajemen.

Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan dalam laporan fairness opinion menyatakan transaksi tersebut tergolong wajar. 

Penilai independen menilai rencana transaksi tidak mengandung benturan kepentingan serta telah memenuhi aspek kewajaran dari sisi finansial.

BIPI dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2026 guna meminta persetujuan pemegang saham atas transaksi material tersebut.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.