Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. BNPB Perkuat Sistem Peringatan Dini Berbasis Teknologi Guna Minimalisir Risiko Bencana Nasional

BNPB Perkuat Sistem Peringatan Dini Berbasis Teknologi Guna Minimalisir Risiko Bencana Nasional

bnpb-perkuat-sistem-peringatan-dini-berbasis-teknologi-guna-minimalisir-risiko-bencana-nasional
BNPB Perkuat Sistem Peringatan Dini Berbasis Teknologi Guna Minimalisir Risiko Bencana Nasional
service

BNPB Perkuat Sistem Peringatan Dini Berbasis Teknologi Guna Minimalisir Risiko Bencana Nasional


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memberikan kuliah umum bagi Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Gedung Gatot Subroto Seskoad, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (1/4).

Sebanyak 282 pasis yang terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Udara (AU), TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Pasis dari negara sahabat tampak antusias dalam menerima pembekalan materi yang disampaikan.

Dalam arahannya Suharyanto menyampaikan BNPB terus memperkuat sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi, guna melindungi masyarakat serta menjaga ketahanan nasional.

BNPB terus mengembangkan sistem mitigasi berbasis teknologi, salah satunya melalui pembangunan Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) serta pemasangan sensor, sirine, dan dashboard pemantauan berbasis real-time.

“Para Pasis disini nantinya akan menjadi pemimpin, maka kita harus meningkatkan kapasitas dan sinergi bersama dalam menghadapi potensi risiko bencana di daerah masing-masing,” ujar Suharyanto.

Implementasi sistem peringatan dini banjir di beberapa wilayah, termasuk Bekasi dan Banda Aceh, memungkinkan pemantauan tinggi muka air, curah hujan, dan kondisi lapangan secara terintegrasi. Sistem ini mampu memberikan peringatan bertahap mulai dari deteksi sensor, koordinasi lintas instansi, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat sebelum evakuasi dilakukan.

Namun demikian, BNPB menilai bahwa keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kesiapan masyarakat dalam memahami dan merespons peringatan yang diberikan. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan dan simulasi evakuasi terus ditingkatkan guna meningkatkan upaya pengurangan risiko bencana.

Penanganan Bencana dan Dukungan Operasional

Dalam situasi tanggap darurat, BNPB mengerahkan sumber daya secara masif, meliputi personel, alat berat, kendaraan, hingga dukungan udara berupa helikopter untuk distribusi logistik dan operasi kemanusiaan.

Sebagai contoh, pada penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra, BNPB mencatat jutaan jiwa terdampak dengan kerusakan infrastruktur yang luas, termasuk jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, dan kesehatan. Distribusi logistik dilakukan secara terpusat dan terkoordinasi.

Dalam fase pascabencana, pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Pembangunan hunian sementara (huntara) terus dilakukan dengan capaian puluhan ribu unit di berbagai provinsi terdampak. Sejalan dengan pembangunan huntara, proses pembangunan hunian tetap (huntap) juga secara simultan mulai dikerjakan sebagai upaya percepatan penanganan.

Selain itu, BNPB juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) serta bantuan logistik guna memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Kolaborasi penanggulangan bencana dilakukan melalui sinergi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat. Kolaborasi ini mencakup seluruh siklus bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Semua sekarang sudah harus mulai memahami pentingnya sinergi dari berbagai pemangku kepentingan dalam hal penanggulangan bencana, dengan begitu kita dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di Indonesia,” kata Suharyanto.

“Salah satu sinergi nyata, BNPB bersama TNI telah berhasil membangun gudang logistik di Sinak dan Agandugume di Papua, sekarang warga disana sudah tidak lagi khawatir lagi apabila cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan gagal panen, alhamdulillah ini sangat berguna disana,” tambah Suharyanto.

BNPB juga menjalin kerja sama internasional dalam bentuk bantuan kemanusiaan, baik sebagai penerima maupun pemberi bantuan sebagai bagian dari diplomasi kebencanaan.

Dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meminimalisir curah hujan guna mencegah banjir dan tanah longsor. Operasi ini terbukti mampu mengurangi risiko bencana besar pada periode tertentu, seperti saat libur akhir tahun.

Selain itu, pembangunan sumur bor dilakukan sebagai langkah mitigasi kekeringan, terutama di wilayah yang terdampak musim kemarau panjang dan fenomena El Nino. Upaya lain meliputi penanaman pohon untuk mengurangi risiko banjir dan longsor, serta pembangunan infrastruktur tangguh bencana berbasis potensi risiko.

Tantangan dan Pembelajaran

BNPB mencatat bahwa tantangan utama dalam penanggulangan bencana tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Pembelajaran dari berbagai kejadian menunjukkan pentingnya peningkatan literasi kebencanaan, penguatan sistem peringatan dini, pembangunan infrastruktur tahan bencana serta keterlibatan aktif masyarakat dalam mitigasi.

BNPB menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi bencana melalui penguatan sistem peringatan dini, pengembangan teknologi kebencanaan serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat, mengurangi kerugian ekonomi, serta memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi risiko bencana dan meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi bencana.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.