Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. BNPB siagakan operasi darat dan OMC di 6 provinsi rawan karhutla

BNPB siagakan operasi darat dan OMC di 6 provinsi rawan karhutla

bnpb-siagakan-operasi-darat-dan-omc-di-6-provinsi-rawan-karhutla
BNPB siagakan operasi darat dan OMC di 6 provinsi rawan karhutla
service

…OMC sudah dilakukan di enam provinsi prioritas dan provinsi-provinsi lain

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan pasukan operasi darat dan operasi modifikasi cuaca (OMC) di enam provinsi prioritas yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan hingga cuaca panas ekstrem.

“OMC sudah dilakukan di enam provinsi prioritas dan provinsi-provinsi lain. Enam provinsi siaga darurat itu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi,” kata Kepala BNPB Suharyanto di Jakarta, Senin.

Namun demikian, ia menjelaskan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hingga akhir Agustus 2026, awan pertumbuhan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, sehingga berpotensi mempersulit OMC.

“Tadi, dari BMKG mengatakan mudah-mudahan nanti sebelum tanggal 18 ada. Nah, setiap ada pertumbuhan awan hujan, kita akan segera laksanakan OMC. Pesawatnya sudah siaga terus di daerah,” ujar dia.

Baca juga: Menkopolkam minta Kalteng dan Kalbar hentikan izin pembakaran lahan

Suharyanto menambahkan, ketika cuaca sangat panas dan tidak ada awan hujan, maka OMC akan sulit dilakukan, oleh karena itu, dalam kondisi tersebut, operasi darat lebih efektif untuk mencegah hingga memadamkan karhutla di wilayah-wilayah rawan.

“Operasi udara itu hanya membantu, water bombing itu hanya mengangkut air empat ton. Nah, kalau tiga water bombing bekerja sama-sama, berarti air yang dijatuhkan ke api hanya 12 ton. Itu kalau lahan gambut, paling bisa memadamkan 10 meter persegi, dan itu tidak padam total karena kan masih menyala, jadi harus terus disemprot oleh pasukan darat,” paparnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk siaga menyiapkan pasukan darat di tengah kondisi El Nino, sehingga ketika terjadi karhutla, api bisa segera dipadamkan.

“Jadi tetap semuanya harus siap-siaga pasukan darat. Seandainya nanti ada kebakaran, upayakan lewat pasukan darat karena helikopter BNPB banyak fokusnya di enam provinsi prioritas. Kita masih punya cadangan tiga helikopter yang bisa bergerak ke mana-mana, seperti (karhutla) di Bromo kan kita kerahkan tiga heli, dan langsung bisa mengatasi dari 34 titik, tinggal dua titik,” tuturnya.

Baca juga: Pemerintah fokus tangani karhutla di enam provinsi rawan

Baca juga: Karhutla meluas, BMKG ungkap mengapa belum bisa laksanakan OMC

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.