Surabaya (beritajatim.com) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya berhasil mengukir prestasi dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Satlantas Polrestabes Surabaya meraih penghargaan penilaian terbaik untuk kategori “Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Stasiun” selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Dirlantas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Rahmat Hakim, kepada Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya. Prosesi penyerahan berlangsung dalam agenda Analisa dan Evaluasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Anev Kamseltibcarlantas) di Batu Suki Hotel, Senin (8/8/2026).
Inovasi Rekayasa Lalu Lintas di Tiga Stasiun Utama
Penilaian yang dilakukan oleh jajaran Ditlantas Polda Jatim ini menyoroti keberhasilan penerapan rekayasa lalu lintas di sejumlah kawasan stasiun vital Surabaya, yang menjadi pusat pergerakan masif masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, mengungkapkan bahwa pengawasan dan rekayasa difokuskan pada tiga stasiun utama dengan volume penumpang tertinggi, yakni:
1. Stasiun Gubeng Surabaya
2. Stasiun Surabaya Pasar Turi
3. Stasiun Wonokromo
“Ketiga lokasi tersebut memiliki aktivitas penumpang yang sangat tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan pengaturan lalu lintas yang efektif, kesiapan personel penuh, serta rekayasa yang dinamis menyesuaikan kondisi riil di lapangan,” ujar Galih.
Apresiasi Polda Jatim untuk Kelancaran Arus Mudik
Dirlantas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Rahmat Hakim, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan wujud apresiasi atas dedikasi personel Satlantas Polrestabes Surabaya dalam menjaga kelancaran moda transportasi darat dan kereta api.
“Penilaian ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh Operasi Ketupat Semeru 2026. Kami menilai bagaimana manajemen dan rekayasa lalu lintas diterapkan secara presisi untuk memberikan kelancaran, keamanan, serta kenyamanan bagi pemudik,” ungkap Rahmat.
Komitmen Evaluasi Berkelanjutan
Meski meraih predikat terbaik, AKBP Galih Bayu Raditya menegaskan pihak tak lantas berpuas diri. Capaian selama Operasi Ketupat Semeru 2026 ini akan dijadikan pembanding dan bahan evaluasi untuk menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat pada momentum libur panjang berikutnya.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan. Pengaturan lalu lintas di kawasan stasiun akan terus dievaluasi agar mobilitas warga Surabaya dan sekitarnya tetap aman dan lancar,” pungkasnya. (ang/but)





Comments are closed.