Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Bukan cuma ikan sapu-sapu, ada banyak spesies invasif di perairan kita termasuk ikan nila

Bukan cuma ikan sapu-sapu, ada banyak spesies invasif di perairan kita termasuk ikan nila

bukan-cuma-ikan-sapu-sapu,-ada-banyak-spesies-invasif-di-perairan-kita-termasuk-ikan-nila
Bukan cuma ikan sapu-sapu, ada banyak spesies invasif di perairan kita termasuk ikan nila
service

● Spesies invasif seperti ikan sapu-sapu, red devil, ikan cere, dan nila merupakan ancaman serius bagi ikan-ikan lokal.

● Penyebaran spesies invansif terjadi akibat aktivitas manusia (perdagangan ikan hias, budi daya, hingga pelepasan ke alam)

● Jika tidak dikendalikan, spesies invasif bisa mendominasi dan mengubah struktur ekosistem perairan Indonesia secara permanen.


Arief Kamarudin, konten kreator asal Jakarta, sudah setahun belakangan aktif memburu ikan sapu-sapu di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta. Fotografer lepas itu mengaku bisa menangkap 20 hingga 30 ekor ikan sapu-sapu setiap hari untuk dimusnahkan. Tujuannya, agar spesies ini berkurang di Ciliwung.

Konten penangkapan sapu-sapu ini lantas viral hingga memicu respons publik dan juga pemerintah daerah. Pasukan oranye hingga aparat TNI sampai terlibat ikut turun dalam operasi pembersihan ikan sapu-sapu.

Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung bahkan berencana membentuk pasukan khusus penangkap ikan sapu-sapu.

Lantas mengapa populasi ikan sapu-sapu harus dikendalikan? Karena kehadiran ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung adalah alarm tanda bahaya kerusakan ekosistem serius.

Ikan ini adalah spesies invasif atau organisme asing yang muncul di perairan alami. Dominasi ikan sapu-sapu berdampak buruk bagi spesies lokal, baik melalui kompetisi, predasi, maupun perubahan habitat.

Asal muasal ikan sapu-sapu di Ciliwung?

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) berasal dari sungai Amazon di Amerika Selatan. Ciri khas tubuhnya dilindungi lapisan keras bertutul yang membantu mereka bertahan di habitat asli yang ekstrem.

Ikan sapu-sapu dalam jaring. Author provided (no reuse)

Ikan ini pertama kali masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias pada dekade 1970-an dan kemudian banyak dipelihara sebagai “pembersih” lumut di akuarium. Tapi ketika tubuhnya semakin besar dan tidak muat lagi di akuarium, ikan sapu-sapu akhirnya banyak dilepas ke sungai.

Populasi spesies ini lantas meledak karena kemampuan adaptasinya yang luar biasa, bahkan pada perairan tercemar seperti Sungai Ciliwung. Ikan sapu-sapu kompetitif merebut sumber pakan dan bisa memangsa telur dan anakan ikan-ikan lokal.

Selain itu, tak ada kehadiran predator alami yang mampu memangsa ikan berkulit keras itu, sehingga membuatnya menjadi spesies dominan di Ciliwung. Riset (2025) menunjukkan bahwa hampir 20% ikan yang tertangkap di Sungai Ciliwung merupakan ikan sapu-sapu.

Studi survei populasi ikan invasif vs lokal ciliwung yang dilakukan oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) pada 2024.

Dominasi spesies ini kian menekan keberadaan ikan lokal hingga berisiko menyebabkan kepunahan.

Bukan hanya ikan sapu-sapu

Ikan sapu-sapu bukan satu-satunya spesies invasif di perairan Indonesia. Ada juga ikan red devil (Amphilophus labiatus) yang menjadi ancaman di berbagai wilayah.

Spesies asal Danau Nikaragua, Amerika Tengah ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada dekade 1990-an lewat jalur perdagangan ikan hias dari Singapura.

Sama seperti ikan sapu-sapu, awalnya spesies ini dipelihara di akuarium, tapi kemudian dilepas ke alam dan berhasil beradaptasi dengan cepat. Saat ini, ikan red devil sudah menguasai beberapa perairan seperti Danau Toba, Danau Sentani, dan wilayah D.I. Yogyakarta.

ikan red devil. Author provided (no reuse)

Selain itu, spesies invasif lainnya adalah ikan cere atau (Gambusia affinis) asal Amerika Utara.

Spesies ini awalnya dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda pada dekade 1920-an sebagai agen pengendali nyamuk malaria.

Ikan cere disebar ke berbagai genangan, kolam, got, dan waduk untuk membasmi jentik nyamuk malaria. Karena kemampuan reproduksi cepat dan toleransi tinggi terhadap kondisi air yang “buruk”, ikan cere menjadi dominan di banyak perairan.

Kini, ikan ini tersebar luas di hampir seluruh perairan tawar Indonesia. Meski berukuran kecil dan tampak tidak berbahaya, ikan ini sebenarnya sangat agresif. Ia bisa menyerang ikan lain, merusak sirip, bahkan membunuhnya.

Efektivitasnya dalam mengendalikan nyamuk tidak jauh berbeda dibanding ikan lokal, tetapi dampak ekologisnya justru lebih besar. Ia mengubah struktur komunitas zooplankton, serangga, dan krustasea lokal.

Selain itu, ikan cere juga berpotensi menjadi inang parasit yang bisa menular ke ikan di sekitarnya. Ujungnya, tentu bisa mengganggu kesehatan dan keanekaragaman ikan lokal.

ikan cere/cethul. Marin/Sonoma Mosquito & Vector Control District

Spesies invasif yang sering tidak disadari adalah ikan nila (oreochromis niloticus), yang juga jadi panganan masyarakat. Ikan ini diimpor dari Taiwan pada dekade 1960-an untuk meningkatkan produksi perikanan air tawar di Indonesia.

Saking familiernya, mungkin banyak dari kita yang menganggap ikan ini asli perairan Indonesia. Ditambah permintaan pasar yang tinggi, membuat keberadaannya di perairan alami dianggap wajar.

Melansir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi tahunan hasil budidaya ikan ini hampir mencapai 1,4 juta ton dengan titik konsentrasi budidaya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Namun, di balik nilai ekonominya, ikan nila memiliki dampak ekologis yang serius. Spesies ini sangat kompetitif, bersaing dengan ikan lokal dalam memperebutkan sumber pakan dan juga memangsa individu yang lebih kecil, termasuk ikan lokal yang masih muda.

ikan nila. Global Seafood Alliance

Kombinasi kompetisi dan predasi ini menekan populasi ikan asli sekaligus mengganggu struktur jaring makanan dalam ekosistem perairan. Oleh karenanya, dampak ikan nila terhadap keseimbangan ekosistem tidak bisa diabaikan.

Kenapa spesies invansif dilepasliarkan?

Penyebab utama spesies invasif ini menyebar luas adalah karena perilaku sembarangan melepasliarkan spesies. Bukan hanya masyarakat, bahkan baru-baru ini di Sleman, Yogyakarta ada kegiatan pelepasliaran nila yang didukung oleh instansi setempat.

Regulasi yang melarang pelepasan spesies invasif ke perairan sebenarnya sudah ada. Namun, masih terdapat kesenjangan antara regulasi dan praktik di lapangan. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pemahaman publik.

Beberapa rekomendasi langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi agar spesies invasif tidak semakin menyebar luas, di antaranya:

  • Menghimpun data keanekaragaman ikan melalui eksplorasi dan identifikasi spesies invasif, dan membuka akses data ke publik.
  • Melakukan pelepasliaran ikan asli pada perairan yang populasinya menurun dengan mengacu pada regulasi yang berlaku.
  • Memperkuat peran masyarakat melalui pembentukan kelompok pengawas perairan.
  • Meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan penyebaran spesies invasif melalui pemantauan rutin.
  • Melakukan pengendalian populasi hingga pemusnahan spesies invasif secara terkoordinasi dengan instansi terkait.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.