Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Bukan di Kafe, Mahasiswa Prodi Inggris UNAS Isi Ramadan dengan Berbagi Bersama Anak Yatim

Bukan di Kafe, Mahasiswa Prodi Inggris UNAS Isi Ramadan dengan Berbagi Bersama Anak Yatim

bukan-di-kafe,-mahasiswa-prodi-inggris-unas-isi-ramadan-dengan-berbagi-bersama-anak-yatim
Bukan di Kafe, Mahasiswa Prodi Inggris UNAS Isi Ramadan dengan Berbagi Bersama Anak Yatim
service

Jakarta, Arina.id—Dalam rangka menghidupkan nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat karakter akademik mahasiswa, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional (UNAS), Program Studi Sastra Inggris menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan kultum Ramadan dan buka puasa bersama.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta anak-anak yatim dan dhuafa dari lingkungan sekitar kampus.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan santunan anak yatim dan dhuafa dilanjutkan kegiatan permainan edukatif berupa games tebak nabi yang diikuti dengan antusias oleh para peserta.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Yatim Dhuafa Mizan Amanah, Wildan Miftahul Hakim, mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh mahasiswa tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan hal yang luar biasa karena dikemas dengan nuansa religius dan memiliki nilai sosial yang kuat.

“Ini kegiatan yang luar biasa dikemas oleh anak-anak mahasiswa. Biasanya mahasiswa berkegiatan di kafe, tetapi ini dikemas dalam acara yang nilai sosialnya lebih terasa, yaitu saling berbagi dan bersedekah,” ujarnya di Gedung D Universitas Nasional (Unas), Senin (9/3/2025).

Ia menilai pemikiran mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan tidak hanya memikirkan diri sendiri.

Wildan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan diagendakan secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa empati, terutama kepada anak-anak yatim di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Adinda Damayanti mengatakan bahwa kegiatan santunan anak yatim ini merupakan agenda yang setiap tahun diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra.

“Kegiatan ini sering dilakukan di kampus. Sengaja kami mengundang anak-anak dari panti asuhan karena di bulan Ramadan ini bukan hanya merayakan atau mensucikan diri sendiri, tetapi kita juga memiliki kewajiban membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tema kegiatan ini yakni Ramadan of Compassion: Iftar for All Menjalin Silaturahmi di Bulan Suci dengan harapan dapat membuat semua orang merasakan kehangatan berbuka puasa bersama di lingkungan kampus.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga memberikan bingkisan kepada anak-anak santunan berupa uang dan suvenir alat tulis, makanan, dan snack dari donatur.

“Terima kasih kepada para donatur alumni dan Anggota DPR RI Fraksi DPR RI Wibowo Prasetyo yang telah memberikan dukungan untuk terlaksananya kegiatan tersebut,” tuturnya.

Acara juga diisi kultum Ramadan disampaikan Ustadz Mustafa yang mengangkat tema pentingnya ilmu. Ia menyinggung derasnya arus informasi yang beredar di media sosial, termasuk berbagai konten yang berkaitan dengan konflik internasional.

Dalam salah satu kisah yang disampaikan, diceritakan tentang seorang anak kecil yang bertanya kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tentang bagaimana cara menjadi syahid di sebuah masjid besar.

Menurut cerita tersebut, Ayatollah Ali Khamenei menjawab bahwa cara untuk menjadi syahid adalah dengan belajar sungguh-sungguh menuntut ilmu hingga menjadi seorang saintis yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan negara.

“Kalau kamu belajar dengan sungguh-sungguh, berkarier, dan berkontribusi, maka ketika kamu berumur 80 tahun kamu juga bisa menjadi syahid,” demikian pesan yang disampaikan dalam kisah tersebut.

Melalui pesan tersebut, ia menekankan bahwa untuk membangun negara yang kuat dibutuhkan pribadi-pribadi tangguh yang berilmu. Selain ilmu, manusia juga perlu memiliki hikmah dan kasih sayang agar ilmu yang dimiliki membawa manfaat.

“Hal itu sejalan dengan ungkapan, man arada addunya fa‘alaihi bililmi, bahwa siapa yang menginginkan kehidupan dunia harus dengan ilmu,” jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Setelah itu seluruh peserta menikmati buka puasa bersama yang semakin mempererat rasa kekeluargaan di antara sivitas akademika Program Studi Sastra Inggris.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.