Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Bukan Sekadar Penyaluran Dana, Bantuan Modal Dayah Harus Lahirkan Kemandirian Umat

Bukan Sekadar Penyaluran Dana, Bantuan Modal Dayah Harus Lahirkan Kemandirian Umat

bukan-sekadar-penyaluran-dana,-bantuan-modal-dayah-harus-lahirkan-kemandirian-umat
Bukan Sekadar Penyaluran Dana, Bantuan Modal Dayah Harus Lahirkan Kemandirian Umat
service

Aceh Selatan, NU Online

Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan kembali melanjutkan Program Bantuan Modal Usaha Produktif bagi dayah pada Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 32 dayah akan menerima bantuan modal usaha masing-masing Rp8 juta, sehingga total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp256 juta.

Program tersebut menjadi kelanjutan dari penyaluran bantuan tahun 2025 yang menjangkau 60 dayah dengan total anggaran Rp480 juta. Bantuan ini ditujukan bagi Dayah Tipe B, Tipe C, Tipe D, dan Non-Tipe yang belum pernah menerima bantuan sebelumnya.

Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan yang juga Ketua PCNU Aceh Selatan, Tgk. Misbar Basri, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk memperkuat kemandirian ekonomi lembaga pendidikan Islam agar mampu menopang aktivitas pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat secara berkelanjutan.

“Dayah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga harus memiliki kekuatan ekonomi. Karena itu, bantuan modal usaha produktif ini diharapkan menjadi stimulus agar dayah mampu mengembangkan unit-unit usaha yang memberikan manfaat jangka panjang bagi santri dan masyarakat,” ujar Misbar Basri, Kamis (9/7/2026) 

Menurutnya, konsep pemberdayaan yang dibangun Baitul Mal bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan mendorong lahirnya ekosistem ekonomi produktif di lingkungan pesantren.

“Yang ingin kita bangun bukan budaya menerima bantuan, tetapi budaya mandiri. Ketika ekonomi dayah kuat, maka pendidikan, dakwah, dan pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin berkualitas,” katanya.

Misbar menjelaskan, pada Tahun Anggaran 2026 bantuan diberikan kepada 32 dayah yang belum memperoleh bantuan pada tahun sebelumnya. Tiap-tiap dayah menerima Rp8 juta sesuai alokasi dalam DPA Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.

Ia berharap dana tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi masing-masing dayah, seperti pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, maupun usaha ekonomi lainnya yang mampu memberikan nilai tambah bagi lembaga.

Menurutnya, koordinasi tersebut dilakukan agar tidak ada dayah yang tertinggal dalam memperoleh kesempatan pengembangan usaha produktif.

“Kami berharap seluruh pimpinan dayah segera melengkapi persyaratan administrasi sehingga proses penyaluran bantuan dapat berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sebagai Ketua PCNU Aceh Selatan, Misbar Basri juga menilai penguatan ekonomi dayah merupakan bagian dari penguatan kemandirian umat sebagaimana menjadi semangat Nahdlatul Ulama dalam membangun masyarakat yang berdaya.

Ia mengatakan pesantren sejak dahulu tidak hanya menjadi pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai aktivitas ekonomi berbasis kerakyatan.

“Jika dayah mampu mandiri secara ekonomi, maka kontribusinya terhadap masyarakat akan semakin luas. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga semangat kewirausahaan, kemandirian, dan pengabdian kepada umat,” katanya.

Program bantuan modal usaha produktif tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi dayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, bantuan tersebut diyakini akan melahirkan dayah-dayah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga tangguh dalam membangun ekonomi umat di Aceh Selatan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.