Tue,28 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Cerita Kedaulatan Pangan Para Perempuan dari Lonca

Cerita Kedaulatan Pangan Para Perempuan dari Lonca

cerita-kedaulatan-pangan-para-perempuan-dari-lonca
Cerita Kedaulatan Pangan Para Perempuan dari Lonca
service

Matahari di ufuk timur saat beberapa perempuan berjalan beriringan menuju kebun. Di kiri-kanan jalan terlihat pohon kakao dan durian. Ada juga pinus di kejauhan. Pagi itu,  langit cerah. Udara segar. Para perempuan itu adalah warga Desa Lonca, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Mereka tergabung dalam Komunitas Tobine Mohintuhu. Tobine Mohintuhu, berasal dari Bahasa Uma, berarti perempuan bersatu. Komunitas ini dari anggota sampai pengurus adalah perempuan. Kebun itu juga berisi ladang jagung, posisi tertinggi dibanding lahan sekitar. Ada pondok kayu di tengah-tengah lahan yang mereka sebut pampa. “Bahasa kampung sudah itu,” kata Elna Hadajuga juga Kominas Tobine kepada Mongabay, Kamis (7/5/26). Pampa merujuk kepada kebun dengan tanaman apa saja, termasuk pohon kayu keras seperti kopi, durian, atau kakao. “Iya, pampa semua.” Tanaman kakao di pampa perempuan Desa Lonca, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Foto: Moh Tamimi/Mongabay Indonesia Selain pampa komunitas, setiap keluarga biasa punya pampa sendiri-sendiri. Setiap pampa itu para perempuan yang mengelolanya. Elda bilang, pampa di sana biasa tanam jagung, padi, sayur mayur, durian, kopi, hingga kakao. “Biasanya jagung, kalau (lahan) baru buka, buka jagung dulu,” kata Elna. Warga Desa Lonca biasa buka lahan di sekitar mereka, tidak jauh dari pemukiman. Saat ke lahan, mereka biasa bekerja gotong royong atau mereka sebut mapalus. Sayur mayur seperti sawi, terung, tomat, cabai, hasil dari pampa biasa mereka konsumsi untuk keluarga, kalaupun jual, kepada tetangga dekat mereka saja. Untuk mata pencarian, mereka lebih bergantung kepada tanaman cokelat, durian, getah pinus atau madu hutan. Kalau jagung mereka jadikan pakan ternak, kadang jual.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.