Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kota Bandar Lampung Mulai Krisis Air Bersih

Kota Bandar Lampung Mulai Krisis Air Bersih

kota-bandar-lampung-mulai-krisis-air-bersih
Kota Bandar Lampung Mulai Krisis Air Bersih
service

Kemarau panjang mulai memicu kekeringan di berbagai daerah, tak terkecuali di Kota Bandar Lampung, Lampung. Warga mulai kesulitan memenuhi keperluan air bersih untuk keperluan sehari-hari dari mandi, mencuci sampai untuk konsumsi. Tariah mesti bolak-balik ke bak penampungan air dari rumahnya yang berjarak 40 meter demi memenuhi kebutuhan esensial: air bersih. Perempuan 71 tahun ini tidak mengeluh meski harus memikul dua ember dengan sebilah batang kayu sekali jalan. Karena, saat itu, kampungnya mendapat bantuan air dari pemerintah. Ingatannya melayang dekade 1980-an dan 1990-an. Saat itu, air di Kampung Batu Suluh, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, melimpah. Sekarang, dia dan warga lain harus membayar Rp50.000 untuk mendapat 1.000 liter air. Jumlah itu hanya cukup untuk kebutuhan keluarganya selama 3-4 hari. Sebulan, kebutuhan air bisa Rp400.000. Uang sebanyak itu hanya untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan kakus. Sumur  sudah tidak lagi bisa dia andalkan. Tidak ada lagi air yang mengalir dari tanah mereka. Kekeringan di sana tidak harus menunggu kemarau. “Kalau tidak kemarau juga susah air,” katanya, 11 Agustus. Tetangganya, bahkan, baru saja membuat sumur bor. Penggalian sudah menembus lebih dari 100 meter ke dalam tanah tetapi tidak juga temukan air. Kekeringan di Batu Suluh mulai terasa beberapa dekade terakhir. Seiring dengan sejumlah titik perbukitan di sekitar kampung menjadi lokasi penambangan batu andesit. Bukit-bukit yang dahulu bagian dari lanskap kampung perlahan terkeruk. Sisi lain, kawasan hilir terus berkembang. Industri tumbuh makin pesat tidak jauh dari permukiman. Pabrik-pabrik berdiri dan aktivitas ekonomi semakin ramai. Tariah tidak tahu ke mana air di kampungnya…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.