Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Cerita Wildan Kayuh Ontel dari Balikpapan Hadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang

Cerita Wildan Kayuh Ontel dari Balikpapan Hadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang

cerita-wildan-kayuh-ontel-dari-balikpapan-hadiri-muktamar-ke-35-nu-di-jombang
Cerita Wildan Kayuh Ontel dari Balikpapan Hadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang
service

Jombang, NU Online

Kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Bagi Wildan Abadi, warga asal Balikpapan, Kalimantan Timur, kecintaan itu diwujudkan melalui perjalanan menuju Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dengan mengayuh sepeda ontel.

Wildan mengatakan, ide berangkat ke Muktamar ke-35 NU menggunakan sepeda ontel bermula dari guyonan di grup WhatsApp Lesbumi NU Balikpapan. Saat itu, muncul pembicaraan mengenai kemungkinan berangkat ke muktamar dengan sepeda ontel.

“Awalnya hanya guyonan di grup WhatsApp Lesbumi NU Balikpapan. Karena saya punya pengalaman bersepeda ontel, saya menyatakan siap kalau memang benar dilakukan,” kata Wildan, saat ditemui di depan Makbarah KH Abdul Wahab Hasbullah, Rabu (26/08/2026). 

Gayung bersambut, ide itu mendapat dukungan dari Katib PWNU Kalimantan Timur KH Muhammad Muhlasin dan Ketua Lesbumi NU Balikpapan Ki Muhajirin. Keduanya mengingatkan Wildan tentang semangat warga NU pada masa lalu yang memiliki kecintaan kuat terhadap jam’iyyah dengan berbagai cara.
 

“Ini menjadi motivasi saya. Rasa cinta terhadap NU yang diekspresikan masyarakat akar rumput itu nyata dan tulus. Dalam setiap peluh dan usaha mereka ada doa untuk jam’iyyah,” ujarnya.

Perjalanan Wildan menuju Jombang berlangsung sekitar tiga hari. Ia bersama rombongan memulai perjalanan dari Balikpapan pada Ahad (23/08/2026) sore. Pelepasan dilakukan di halaman Kantor Graha NU Balikpapan yang dihadiri langsung Katib PWNU Kalimantan Timur KH Muhammad Muhlasin serta Rais PCNU Balikpapan KH Imam Taufiq Syahrul.

Dari Graha NU Balikpapan, Wildan dan rombongan menuju Pelabuhan Semayang. Kapal kemudian berangkat pada Senin (24/08/2026) pagi dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (25/08/2026) sore.

Menyusuri jejak sejarah NU

Selama perjalanan, Wildan berkesempatan singgah di sejumlah tempat yang memiliki hubungan erat dengan sejarah NU. Salah satu tempat yang paling berkesan baginya adalah Kantor PCNU Kota Surabaya sekaligus menginap di sana. Bangunan tersebut memiliki nilai sejarah karena dahulu menjadi kantor PBNU pertama.

“Setiap detail bangunannya masih asli. Rasanya seperti waktu berhenti di tempat itu, tempat gema Resolusi Jihad pertama kali lahir,” ungkapnya.

Selain mengunjungi kantor PCNU Surabaya, Wildan juga berkesempatan bertemu dengan keluarga H Hasan Gipo yang dikenal sebagai Ketua PBNU pertama. Ia juga berkesempatan berziarah ke Makam Sunan Ampel dan makam H Hasan Gipo di Surabaya. 

Selanjutnya, pada Rabu (26/08/2026) pagi, Wildan kembali mengayuh sepeda dari Surabaya menuju Jombang. Rombongan akhirnya tiba di Jombang pada Rabu sore. Rombongan sempat singgah di Pondok Pesantren Tebuireng untuk berziarah di makam Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari. 

“Alhamdulillah, tidak ada halangan atau kendala yang berarti selama perjalanan,” tutur Wildan.

Wildan berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi forum permusyawaratan organisasi. Lebih dari itu, muktamar diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi seluruh warga NU, baik yang berada dalam struktur kepengurusan maupun masyarakat NU secara luas.

“Mudah-mudahan Muktamar NU ini dapat menjadi kaca benggala bagi semua warga, baik struktural maupun nonstruktural. Kita harus terus meningkatkan dan memperbaiki,” pungkasnya. 

Penulis: A Habiburrahman

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.