Jakarta, Arina.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat dan infrastruktur.
Berdasarkan data Penanganan Darurat Gempa M7,7 NTT hingga Senin (31/8/2026), tercatat 120 orang meninggal dunia, 1.658 orang luka atau sakit, dan 183.222 orang mengungsi.
‘Dampak gempa tercatat meliputi tujuh kabupaten/kota di NTT,” demikian dikutip dari laman resmi bnpb.go.id.
Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas publik dan permukiman warga. Dashboard mencatat sebanyak 96.797 rumah mengalami kerusakan.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pelayanan publik. Sebanyak 157 fasilitas kesehatan terdampak, sementara 1.378 fasilitas pendidikan terdampak akibat gempa.
Di sektor pemerintahan, tercatat 551 kantor mengalami kerusakan. Sementara itu, kerusakan juga menimpa 536 rumah ibadah.
Manggarai Jadi Wilayah dengan Pengungsi Terbanyak
Data menunjukkan Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 50.556 jiwa.
Posisi berikutnya ditempati Nagekeo dengan 49.825 jiwa, kemudian Manggarai Timur sebanyak 30.098 jiwa. Selanjutnya, Manggarai Barat mencatat 27.564 jiwa, Ngada 19.369 jiwa, Sikka 5.658 jiwa, dan Ende 152 jiwa.
Dengan demikian, sebagian besar pengungsi terkonsentrasi di Manggarai dan Nagekeo. Kedua wilayah tersebut secara kumulatif menampung lebih dari 100 ribu jiwa pengungsi.
Kerusakan Infrastruktur Tersebar di Sejumlah Wilayah
Selain dampak terhadap penduduk, gempa juga mengakibatkan kerusakan jaringan jalan dan irigasi. Berdasarkan grafik pada dashboard, kerusakan jaringan jalan dan irigasi paling banyak tercatat di Manggarai, dengan 92 titik, disusul Manggarai Timur 29 titik, Manggarai Barat 22 titik, Ngada 18 titik, dan Nagekeo 17 titik.
Kerusakan serupa juga tercatat di Ende sebanyak tujuh titik dan Sikka lima titik. Sementara itu, pada grafik tersebut Manggarai Barat juga tercatat memiliki data tambahan sebanyak 22 titik pada kategori berbeda yang ditampilkan dashboard.
Peta dampak memperlihatkan sebaran kerusakan dan wilayah terdampak yang meliputi sejumlah kabupaten di Pulau Flores, antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
1.378 Fasilitas Pendidikan Terdampak
Sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang mengalami dampak cukup besar. Dashboard mencatat 1.378 fasilitas pendidikan terdampak akibat gempa.
Sementara itu, sektor kesehatan mencatat 157 fasilitas kesehatan terdampak. Kerusakan fasilitas pelayanan dasar tersebut berpotensi memengaruhi akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang menjadi pusat pengungsian.




Comments are closed.