Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia memberikan penghargaan kepada pemenang empat kategori pada peringatan 32 tahun kelahiran organisasi ini di Hall Dewan Pers Jakarta, Jumat malam, 7 Agustus 2026. Empat penghargaan itu adalah Udin Award, Tasrif Award, SK Trimurti Award, dan Ahmad Taufik Award 2026 pada peringatan 32 tahun
Udin Award diberikan kepada jurnalis atau kelompok yang menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas. Penghargaan ini untuk mengenang Udin, jurnalis yang dibunuh karena mengungkap kasus korupsi. Dewan juri Udin Award 2026 terdiri dari Arif Maulana Wakil Ketua Yayasan Lembaga bantuan hukum Indonesia (YLBHI ), AlmaS Sjafrina Indonesian Corruption watch (ICW), dan Masduki Pengurus AJI dan PR2Media.
Tasrif Award diberikan kepada individu, kelompok, atau organisasi yang gigih memperjuangkan kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan nilai keadilan serta demokrasi. Dewan juri Tasrif Award 2026 melibatkan Gema Gita Persada (LBH Pers), Daniel Awigra (HRWG), dan Ignatius Haryanto (UMN).
SK Trimurti Award menjadi pengingat bahwa jurnalisme juga ruang perjuangan perempuan. Dewan juri SK Trimurti Award 2026 adalah Armayanti Sanusi, aktivis perempuan yang kini berkiprah sebagai Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan.

Kemudian Siti Aminah Tardi, Advokat Hak Asasi Manusia yang kini menjadi Direktur Eksekutif The Indonesian Legal Resource Center (ILRC), dan Komisioner Komnas Perempuan periode 2020-2025. Dan terkahir Rachmawati dari Satuan Tugas Anti-Kekerasan Seksual di AJI Indonesia.
Ahmad Taufik Award diberikan kepada karya jurnalistik terbaik pers mahasiswa. Dewan juri berasal dari Pengurus Nasional AJI Indonesia yaitu Sunudyantoro, Dian Yuliastuti dan Winahyu Swi Utami.
Berikut pemenang penghargaan AJI 2026
Pemenang Udin Award 2026
●DANDHY DWI LAKSONO DAN TIM PRODUKSI FILM DOKUMENTER “PESTA BABI”
Pemenang Tasrif Award 2026
●TIM PRODUKSI FILM DOKUMENTER “PESTA BABI”
●ANDRIE YUNUS
Pemenang SK Trimurti Award 2026
●ANGELA FLASSY, jurnalis perempuan Papua
Pemenang Ahmad Taufik Award 2026
●Lalu Adam Farhan, LPM Didaktika, Universitas Negeri Jakarta
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Tempo Media Group dan Indonesia Institute of Journalism.
Pesta ulang tahun AJI dimeriahkan penampilan enerjik ibu-ibu dari kelompok paduan suara Dialita. Dengan pakaian didominasi warna ungu, para penyanyi lanjut usia itu menghangatkan suasana dengan sejumlah lagu, seperti ‘Kabut Putih’ (ditulis Zubaidah Nungcik AR) dan ‘Viva Ganevo (ditulis Asmono pada 1963).

Bahkan, pada penampilan kedua usai jeda, Dialita membawa tamu undangan bertepuk tangan sepanjang lagu dinyanyikan, terutama ketika Dialita membawakan lagu legendaris berjudul ‘Mari Bersuka Ria’. Lagu lawas ini ditulis Bung Karno dan dipopulerkan Bing Slamet dan kawan-kawan. Di sela-sela lagu, Dialita menyisipkan pantun khusus untuk AJI.
Dialita beranggotakan para perempuan penyintas tragedi 1965, baik mantan tahanan politik Orde Baru atau keluarganya. Mereka menggunakan musik sebagai sarana pemulihan perlawanan terhadap stigma dan menyuarakan perdamaian.
Lewat music, Dialita merawat ingatan kolektif sejarah 1965, menyuarakan rekonsiliasi dan pesan kemanusiaan kepada generasi muda. Dialita kerap diartikan di atas 50 tahun.





Comments are closed.