Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset, Inovasi dan Teknologi (BRIN) untuk membangun dan mengembangkan teknologi menyaring air laut menjadi air yang layak minum dan konsumsi (desalinasi) di dalam negeri.
Dalam rapat koordinasi penanganan dampak bencana di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, Presiden memerintahkan BRIN beserta kampus-kampus membangun teknologi desalinasi setelah mendengar laporan dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengenai kelangkaan air bersih di Pulau Palue, yang merupakan daerah terpencil dan terdampak gempa di Kabupaten Sikka, NTT.
“Saya minta BRIN, mungkin dengan Unhan, TNI, dan fakultas-fakultas teknik, saya minta teknologi desalinasi untuk yang kita mampu bangun sendiri. Jadi, segera dikirim ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan,” kata Presiden saat rapat tersebut.
Presiden kemudian menekankan air merupakan kebutuhan yang vital bagi masyarakat sehingga ketersediaannya pun krusial, terlebih pada masa-masa pascabencana sebagaimana yang saat ini terjadi di Pulau Flores dan pulau-pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Palue.
“Air sangat penting. Jadi, selain jangka pendek, kita harus berpikir melakukan upaya-upaya jangka menengah dan jangka panjang,” ujar Presiden.
Menurut Presiden, kemajuan teknologi memungkinkan desalinasi itu diterapkan secara luas, khususnya di daerah-daerah pesisir yang membutuhkan sumber air bersih tambahan.
“Musibah bencana itu memicu kita untuk berpikir lebih kreatif. Dengan ini, kita sadar bahwa untuk daerah sini penghijauan, dan air, ini kita sekarang sudah ada teknologi sains dan teknologi sudah membuat banyak teknologi jadi makin murah. Desalinasi 30 tahun yang lalu tidak terjangkau, hanya bangsa yang kaya yang bisa. Sekarang kita bisa bikin desalinasi untuk tingkat desa,” kata Prabowo.
Oleh karena itu, Presiden menekankan pemulihan pascabencana tidak sekadar membangun kembali, tetapi juga difokuskan untuk membangun daerah yang terdampak agar lebih kuat, produktif, dan tangguh. Presiden kemudian menyoroti pembangunan PLTS dan kawasan perikanan di NTT.
“Di sini (NTT) kalau perlu mungkin ya, gunung-gunung yang belum produktif kita bikin PLTS, PLTS, PLTS. Berapa gigawatt PLTS di sini untuk sumber energi untuk proyek-proyek ekonomi yang bisa produktif. Saya optimis daerah sini nanti bisa jadi sumber pangan bangsa dan dunia,” ujar Presiden.
Baca juga: Prabowo komitmen bangun NTT bertahap hingga tingkat desa
Baca juga: Prabowo pastikan pemerintah terus kirim bantuan untuk korban gempa NTT
Baca juga: Prabowo optimistis NTT bisa jadi sumber pangan bangsa dan dunia
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.