Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Digelar Besok, Persiapan Muktamar ke-35 NU Capai 95 Persen

Digelar Besok, Persiapan Muktamar ke-35 NU Capai 95 Persen

digelar-besok,-persiapan-muktamar-ke-35-nu-capai-95-persen
Digelar Besok, Persiapan Muktamar ke-35 NU Capai 95 Persen
service

Jombang, NU Online

Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah mencapai 95 persen. Panitia memastikan lokasi, akomodasi, konsumsi, hingga sistem pengelolaan peserta telah siap digunakan.

“Persiapanya sudah 95 persen,” kata Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU H Saifullah Yusuf saat meninjau lokasi Muktamar, Rabu (26/8/2026).

Pria yang karib disapa Gus Ipul itu mengatakan seluruh tokoh dan sejumlah pejabat negara juga telah diundang dalam forum yang akan digelar di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur tersebut. 

Ia menyebut, Presiden RI Prabowo Subianto termasuk yang dijadwalkan hadir. Sementara Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka masih dalam konfirmasi. 

“Semua tokoh diundang. Ormas, pimpinan ormas, dan tentu para menteri. Presiden insyaallah (hadir). Wakil presiden belum dapat konfirmasi lagi terkait itu” terangnya. 

Menurut Gus Ipul, panitia masih melakukan persiapan akhir untuk menyambut pengurus wilayah, pengurus cabang, peserta, dan para undangan. Ia mengatakan seluruh kebutuhan utama muktamar telah disiapkan, termasuk tempat persidangan, akomodasi, dan konsumsi.

Panitia juga menyiapkan sistem pengelolaan muktamar berbasis chip dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sistem tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai divisi kepanitiaan sekaligus memantau jalannya kegiatan.

“Sehingga kita harapkan bisa melayani peserta dengan baik. Apakah layanan akomodasi, konsumsi, tempat persidangan,” ujarnya. 

Selain itu, lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV dipasang untuk memantau aktivitas di lingkungan pondok pesantren yang digunakan sebagai lokasi akomodasi, persidangan, konsumsi, dan kegiatan lainnya.

Dia mengatakan sistem tersebut dikembangkan dengan melibatkan ahli teknologi informasi. Menurut dia, penggunaan teknologi diharapkan memudahkan panitia dalam mengawasi dan memastikan seluruh rangkaian muktamar berjalan aman.

“Ini muktamar dengan menggunakan teknologi terbaru yang insyaallah akan memudahkan peserta dan panitia untuk melihat, mengukur, dan memastikan semua berjalan dengan baik dan aman,” tuturnya.

Selain itu, Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, mengatakan materi yang akan dibahas dalam muktamar juga telah disiapkan. Materi keagamaan telah dibahas sejak Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU, kemudian diperdalam dalam pra-muktamar NU yg digelar di Depok.

“Materi sudah siap semua. Baik materi terkait dengan keagamaan sudah kita siapkan sejak Munas-Konbes kemarin, dilanjutkan dan diperdalam lagi waktu pra-muktamar di Depok,” katanya.

Materi keagamaan selanjutnya akan dibahas dalam muktamar. Adapun materi nonkeagamaan, kata dia, mencakup persoalan organisasi, program, dan rekomendasi. Dia berharap pembahasan tersebut dapat menghasilkan keputusan melalui mekanisme musyawarah. Ia mengatakan materi muktamar telah diseleksi dengan mempertimbangkan tingkat urgensinya.

Menurut dia, sejumlah persoalan yang akan dibahas tidak hanya berkaitan dengan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah. Ada pula isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat dan membutuhkan kajian dari perspektif keagamaan sekaligus keilmuan.

Ia mencontohkan persoalan cryptocurrency dan jual beli DNA. Menurutnya, pembahasan isu semacam itu membutuhkan perspektif lintas disiplin agar keputusan yang dihasilkan tidak hanya bertumpu pada kajian agama.

“Dari situ masyarakat bisa dapat kajian yang utuh tidak hanya dari perspektif agama murni, tapi dari sisi keilmuan juga karena untuk memutuskan itu dua-duanya menjadi penting,” ujarnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.