Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Dikira Masuk Angin, Perempuan Ini Ternyata Alami Kista Ovarium Pecah

Dikira Masuk Angin, Perempuan Ini Ternyata Alami Kista Ovarium Pecah

dikira-masuk-angin,-perempuan-ini-ternyata-alami-kista-ovarium-pecah
Dikira Masuk Angin, Perempuan Ini Ternyata Alami Kista Ovarium Pecah
service

Jakarta

Kista ovarium pecah bisa menimbulkan gejala yang menyakitkan. Namun, beberapa orang mungkin hanya mengalami gejala ringan yang bisa mirip dengan perut kembung atau masuk angin.

Kisah perempuan mengalami kista ovarium pecah belum lama ini dibagikan di website Self. Seorang perempuan 24 tahun menceritakan keluhan rasa sakit tajam di perut bagian bawah sebelum dilarikan ke rumah sakit.

“Rasa sakit yang tajam berputar-putar di perut bagian bawah, tetapi saya pikir itu hanya gas,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu jam kemudian, perempuan ini merasa tidurnya terganggu seperti mengalami sinkop vasovagal atau sejenis pingsan yang terjadi akibat penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Sinkop vasovagal umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya, tetapi ini bisa merupakan indikasi bahwa tubuh sedang mengalami semacam stres.

Perempuan yang tidak mengungkap identitasnya ini lalu mulai mengalami pusing, keringat dingin, dan keinginan untuk muntah. Hanya dalam beberapa menit, ia pingsan.

“Dua kali pingsan berturut-turut. Itu belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkapnya.

Perempuan ini lalu dilarikan ruang gawat darurat rumah sakit. Setelah menjalani berbagai tes darah dan 108 skrining USG panggul, transabdominal, dan transvaginal, dokter mengungkap bahwa ia kemungkinan mengalami kista ovarium pecah.

Perempuan ini mengaku kaget saat mengetahui diagnosis dari dokter. Pasalnya, ia selalu menjalani pola hidup sehat dan tak pernah tahu soal kista yang tumbuh di dalam tubuhnya.

“Saya berusia 24 tahun dan sangat memperhatikan kesehatan. Bagaimana mungkin saya tidak tahu bahwa ini tumbuh di dalam tubuh saya, apalagi sampai pecah?” ujarnya.

Pemeriksaan selanjutnya menemukan hal baru dalam tubuh perempuan ini. Ia tak hanya didiagnosis kista pecah, tapi juga memiliki kista hemoragik.

“Tes-tes selanjutnya menghasilkan vonis akhir. Saya tidak hanya memiliki kista ovarium, tetapi juga kista hemoragik. Saat kista itu pecah, darah mengalir ke rongga perut, menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis dan iritasi organ yang terasa seperti perut kembung,” katanya.

“Untuk memastikan luka saya menutup, perawat memantau jumlah sel darah merah saya dengan tes setiap jam, sambil juga menyiapkan transfusi darah sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu kehilangan darah tidak dapat dihentikan.”

Memahami kista ovarium pecah

Dikutip dari Mayo Clinic, kista ovarium adalah kantung yang biasanya berisi cairan yang berada di dalam ovarium atau di permukaan organ ini. Perlu diketahui, perempuan memiliki dua ovarium yang terletak di setiap sisi rahim.

Kista ovarium umum terjadi pada perempuan. Sebagian besar kista akan hilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan. Meski begitu, kista ovarium juga dapat pecah atau mengalami ruptur yang bisa menyebabkan gejala serius.

“Kista ovarium umumnya merupakan kumpulan cairan yang membentuk seperti kantung di dalam ovarium,” kata ahli bedah ginekologi di NYU Langone Health, Kelsey Kossl, MD, kepada Self.

Menurut Kossl, setiap bulan ovarium menghasilkan 15 hingga 20 folikel kecil, salah satunya menjadi dominan dan dapat tumbuh hingga dua atau tiga sentimeter (cm). Meskipun sebagian besar kista ovarium akan hilang dengan sendirinya seiring waktu, beberapa kista dapat bertahan dan bahkan tumbuh hingga lebih dari 10 cm.

“Begitu ovarium membesar, risiko pecah meningkat, terutama dengan segala jenis kejadian yang menyebabkan peningkatan tekanan intra-abdomen, seperti hubungan seksual vaginal atau olahraga berat. Pecahnya ovarium dapat terjadi pada sebanyak 10 persen perempuan di usia produktifnya,” kata dokter kandungan di NYU Langone, Heather Jones, MD.

Kista ovarium yang pecah bisa menimbulkan berbagai keluhan, salah satunya nyeri menusuk di perut bagian bawah. Gejala lain yang cukup umum adalah keinginan untuk muntah.

“Sering kali orang dengan kista ovarium pecah bisa merasakan tekanan di daerah panggul. Ia mungkin juga mengalami beberapa gejala gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah,” ungkap Jones.

Demikian kisah perempuan yang mengalami kista ovarium pecah dan sempat merasakan gejala seperti masuk angin. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.