Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Ekonomi Bergerak, Seni Hidup: Buah Manis Kolaborasi Industri & Budaya di Kabupaten Tapin

Ekonomi Bergerak, Seni Hidup: Buah Manis Kolaborasi Industri & Budaya di Kabupaten Tapin

ekonomi-bergerak,-seni-hidup:-buah-manis-kolaborasi-industri-&-budaya-di-kabupaten-tapin
Ekonomi Bergerak, Seni Hidup: Buah Manis Kolaborasi Industri & Budaya di Kabupaten Tapin
service

20 Februari 2026 17.07 WIB • 2 menit

Ekonomi Bergerak, Seni Hidup: Buah Manis Kolaborasi Industri & Budaya di Kabupaten Tapin


Kabupaten Tapin boleh jadi tidak terlalu dikenal orang. Meski demikian, ada pelajaran berharga dari sana, yakni kolaborasi masyarakatnya yang berbuah manis berupa sinergi antara industri, budaya, dan pendidikan.

Tapin merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan. Berjarak sekitar 105 km dari ibu kota Kalsel Banjarmasin, daerah tersebut hidup dengan mengandalkan pertambangan sebagai salah satu tumpuan ekonominya. Pada 2023 saja, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tapin dari sektor pertambangan menyentuh 44,5 persen.

Bicara mengenai Tapin sebetulnya bukan cuma soal urusan tambang. Sejarah mencatat jika Tapin adalah rumah bagi seni budaya yang begitu kaya. Bahkan, seni budaya itu pula yang jadi hidden gem di sana.

“Banyak kesenian di Kalimantan Selatan itu lahirnya di Tapin,” ujar pegiat kesenian lokal Tapin, Imam Rinaldy.

Ekonomi Bergerak, Seni Hidup: Buah Manis Kolaborasi Industri & Budaya di Kabupaten Tapin

Kini, Tapin sedang menikmati momen bangkitnya seni budaya mereka yang telah terpelihara sejak lama. Kendati demikian, melestarikan budaya sekaligus menjaga gairah berkesenian tentu bukan hal mudah. Dibutuhkan peran masyarakat yang tak hanya sekadar punya keinginan, namun juga punya bekal pendidikan yang memadai.

Beruntung, pelaku seni budaya di Tapin kerap berkolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga swasta untuk menyelenggarakan kegiatannya. Dukungan juga datang dalam beragam program pendidikan yang niscaya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sana.

“Dengan pendidikan tinggi dan akses pendidikan yang mudah dalam seni budaya dan tradisi itu sendiri kita fasilitasi dan kita menjadi orang yang berpola pikir kritis dan berwawasan luas,” kata Hana Nuriah, pegiat kesenian dari Yayasan Bilik Budaya Tapin.

Ketika Industri dan Budaya Saling Bertaut di Tapin

Hidupnya gairah seni dan budaya di Tapin memang tak lepas dari peran industri yang ada di sana khususnya tambang. Perusahaan-perusahaan seperti KPP MINING adalah salah satu yang menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan seni budaya Tapin. Lewat dukungan perusahaan yang merupakan bagian dari Astra Group yang didirikan tahun 2003 itu, berbagai agenda kesenian dan kebudayaan bisa terlaksana.

Besarnya peran industri itu diakui oleh Hana. Ia mengungkapkan jika semua kegiatan yayasan yang dikelolanya itu bisa terlaksana berkat peran berbagai pihak yang memberikan dukungannya dengan menjadi sponsor.

“Jadi, faktor utama kita, terutama, aku bisa konsisten berdiri dengan teman-teman Yayasan Bilik Budaya Tapin itu tidak lain adalah karena kolaborasi beberapa pihak,” katanya.

Bisa dibilang, kontribusi para pelaku seni budaya serta berbagai pihak yang mendukung di belakangnya memainkan peran penting dalam memajukan daerah. Apalagi, seni dan budaya itu jelas adalah potensi sekaligus modal berharga bagi Tapin untuk terus maju.

Harapan seperti itulah yang juga dimiliki pelaku seni budaya di Tapin seperti Imam dan Hana. Imam bahkan menyimpan mimpi agar Tapin bisa lebih dikenal luas karena budayanya yang tak hanya kaya, namun juga lestari berkat masyarakatnya.

“Pengen mengenalkan Tapin karena Tapin kan kota kecil kalau tidak dari budaya, dari mana lagi orang tahu soal Tapin,” pungkas Imam.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.