Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. El Nino Godzilla Berisiko Perburuk Polusi Udara Jakarta

El Nino Godzilla Berisiko Perburuk Polusi Udara Jakarta

el-nino-godzilla-berisiko-perburuk-polusi-udara-jakarta
El Nino Godzilla Berisiko Perburuk Polusi Udara Jakarta
service

Tiap hari, Junaedi bekerja sebagai penyapu jalanan di sekitar wilayah Jakarta Timur. Sapu, topi caping, sarung tangan dan masker kain menjadi bekal hariannya untuk melindungi diri dari debu dan polusi kendaraan yang padat. Dia menjadi satu dari banyak kelompok rentan di Jakarta yang terpapar polusi udara karena pekerjaannya. “Kalau batuk sering, paling minum obat warung,” kata Junaedi ditemui saat bekerja Sabtu, (9/6/26). Hal yang sama juga dirasakan Yatno, juga petugas pasukan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU)  Jakarta. Dia sering mengalami gangguan pernapasan ketika bekerja harian di jalan sebagai penyapu jalanan. Baik Junaedi dan Yatno, mengatakan, mereka kerap kali merasakan intensitas penyakit batuk saat musim kemarau. Meski begitu, mereka tak pernah memeriksakan penyakitnya, obat warung menjadi andalan. Gaji Yatno, biasa untuk kebutuhan sehari-hari, sementara itu mereka tak pernah mendapatkan akses pemeriksaan rutin soal kesehatannya. Pengendara menggunakan masker sebagai upaya mitigasi agar tidak terpapar polusi. Hingga kini, polusi udara masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di DKI Jakarta. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia Junaedi dan Yatno, hanya dua dari jutaan warga Jakarta yang terdampak polusi udara Jakarta. Pencemaran udatra di ibukota negara Indonesia ini seakan jadi keseharian. Udara segar dan aman jadi barang langka bagi warga Jakarta. Perkiraan kemarau panjang atau El-Nino Godzilla tahun ini berisiko membuat kondisi udara Jakarta lebih buruk lagi. Berdasarkan data Stasiun Pemantau Kualitas Udara DKI04 Lubang Buaya, Jakarta Timur menyebutkan, rata-rata indeks kualitas udara PM2.5 pada Sabtu (6/6/26) menyentuh angka 125,25 dengan indikator tidak sehat. Sejak awal Juni, berdasarkan analisa data IQAir di Jakarta, Indonesia masuk dalam…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.