Mon,20 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. FIFA Selidiki Pemain Argentina Akibat Bentangkan Spanduk ‘Las Malvinas son Argentinas’

FIFA Selidiki Pemain Argentina Akibat Bentangkan Spanduk ‘Las Malvinas son Argentinas’

fifa-selidiki-pemain-argentina-akibat-bentangkan-spanduk-‘las-malvinas-son-argentinas’
FIFA Selidiki Pemain Argentina Akibat Bentangkan Spanduk ‘Las Malvinas son Argentinas’
service

Arina.id-Kegaduhan pasca-pertandingan semifinal antara Argentina vs Inggris merembet sampai masalah politik. Kabar terbaru, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mendukung seruan agar FIFA menyelidiki aksi sejumlah pemain Argentina yang membentangkan spanduk berisi klaim atas Kepulauan Falkland usai mengalahkan Inggris pada Semifinal Piala Dunia 2026 Amerika-Kanada.

Pemerintah Inggris menilai FIFA perlu memastikan apakah aksi tersebut melanggar aturan mengenai larangan penyampaian pesan politik di lapangan. Setelah kemenangan di Atlanta itu, sejumlah pemain Argentina mengangkat spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas (Kepulauan Malvinas adalah Milik Argentina)” yang menggunakan sebutan Argentina untuk Kepulauan Falkland di Atlantik Selatan.

Dikutip dari Anadolu, kantor Starmer menyatakan perdana menteri mendukung seruan Menteri Bisnis Peter Kyle agar FIFA melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait kemungkinan pelanggaran terhadap aturan yang melarang slogan atau pesan politik dalam pertandingan.

Menanggapi insiden tersebut, juru bicara Starmer mengatakan posisi pemerintah Inggris mengenai Kepulauan Falkland tidak berubah. “Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Posisi kami tidak berubah dan komitmen kami kepada warga Falkland tetap teguh,” kata juru bicara tersebut.

Ia menambahkan Starmer mendukung permintaan Peter Kyle agar FIFA menyelidiki kasus itu, sementara keputusan mengenai langkah lanjutan sepenuhnya menjadi kewenangan badan sepak bola dunia tersebut.

Ketika ditanya tim yang didukung Starmer pada Final Piala Dunia, demikian juru bicara itu menjawab, “Perdana Menteri mendoakan yang terbaik bagi kedua tim di final, terutama Spanyol.”

Sengketa Falkland kembali mencuat

Kepulauan di Atlantik Selatan tersebut dikenal sebagai Falkland di Inggris dan Malvinas di Argentina. Argentina menyatakan kepulauan itu diwarisi dari Spanyol setelah memperoleh kemerdekaan pada 1816 dan menuduh Inggris mengambil alih wilayah tersebut secara ilegal pada 1833 melalui tindakan kolonial.

Kedua negara juga pernah terlibat perang singkat memperebutkan kepulauan itu pada 1982. Sementara itu, terkait aturan larangan melibatkan politik di lapangan sepak bola, tercantum dalam Kode Etik Stadion FIFA yang melarang penggunaan spanduk, bendera, selebaran, pakaian, maupun atribut lain yang mengandung muatan politik atau bersifat ofensif di dalam stadion.

Sebelumnya, dalam beberapa dekade ini, jauh sebelum semi final antara Inggris vs Argentina, pemerintah kekaisaran Inggris dan Spanyol telah mencapai titik negosiasi. Pulau Falkland-Malvinas, akhirnya diserahkan ke Kerajaan Inggris. Walaupun pada 1982, Argentina berusaha merebutnya dan mengklaim kalau kepulauan tersebut milik mereka. Perang singkat pun terjadi. Sejak saat itu Inggris menggelontor dana sampai 60 juta poundsterling untuk mempertahankan pulau.

Referendum Falklands 2013, di mana 99,8% dari 1.517 pemilih memilih untuk mendukung status quo (artinya tetap seperti sekarang tidak jelas pro Inggris atau Argentina). Namun secara defacto, artinya hasil itu menegaskan kalau posisi mereka masih di bawah koloni Inggris. Lalu kenyataan lain adalah bahwa koloni-koloni ini cepat atau lambat harus menentukan sikap. Mereka tidak dapat dilindungi tanpa batas waktu oleh pelindung Eropa, sementara klaim Argentina juga tidak akan hilang. Tanpa perang 1982, Falkland sekarang mungkin telah berdamai dengan tetangganya, Argentina.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.