Jakarta, Arina.id — Mimpi Brasil meraih gelar Piala Dunia keenam kembali kandas. Kali ini, algojonya adalah Norwegia yang tampil luar biasa dengan kemenangan 2-1 pada babak 16 besar di Stadion New York New Jersey, Senin (6/7/2026) dini hari WIB. Tokoh utama pertandingan tak lain adalah Erling Haaland, yang mencetak dua gol dalam 11 menit terakhir untuk mengantar negaranya menorehkan sejarah lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Selama hampir 80 menit, Brasil sebenarnya tampil lebih dominan. Tim asuhan Carlo Ancelotti menguasai bola, menciptakan lebih banyak peluang, bahkan memperoleh hadiah penalti di babak pertama. Namun, kegagalan Bruno Guimarães mengeksekusi penalti menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan. Brasil terus menekan, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat dominasi mereka tidak menghasilkan gol.
Sebaliknya, Norwegia tampil sabar dan disiplin. Mereka bertahan rapat sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Ketika ruang mulai terbuka akibat agresivitas Brasil, Haaland menunjukkan kualitas seorang penyerang kelas dunia.
Gol pertama lahir pada menit ke-79. Memanfaatkan umpan matang dari sisi kiri, bomber Manchester City itu menyelesaikan peluang dengan sundulan akurat yang gagal dijangkau penjaga gawang Brasil. Gol tersebut langsung mengubah ritme pertandingan dan memaksa Brasil menyerang habis-habisan.
Saat Brasil meninggalkan banyak ruang di lini belakang, Haaland kembali menghukum mereka pada menit ke-89. Ia menyambar serangan cepat Norwegia dengan penyelesaian klinis untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol itu praktis mematahkan mental juara dunia lima kali tersebut. Neymar memang sempat memperkecil kedudukan melalui penalti pada masa injury time, tetapi gol itu datang terlambat untuk menyelamatkan Brasil dari eliminasi.
Media Inggris, The Guardian, menyebut Haaland sebagai sosok yang “mengguncang Brasil” melalui dua gol yang lahir setelah Norwegia melakukan penyesuaian taktik pada babak kedua. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Ståle Solbakken membuat Norwegia lebih berani menyerang, sementara Haaland memanfaatkan dua peluang emas yang tercipta dengan efektivitas luar biasa.
Sementara itu, Reuters menyoroti kemenangan ini sebagai salah satu hasil terbesar dalam sejarah sepak bola Norwegia. Solbakken memuji semangat kolektif anak asuhnya yang mampu bertahan di bawah tekanan sebelum menghantam Brasil melalui efisiensi Haaland di depan gawang. Sang pelatih menilai kemenangan tersebut merupakan buah dari budaya tim yang kuat, bukan sekadar kecemerlangan individu, meski Haaland menjadi pembeda utama di lapangan.
Bagi Haaland, dua gol itu semakin menegaskan statusnya sebagai penyerang paling menentukan di turnamen. Torehan tersebut membawanya mengoleksi tujuh gol sepanjang Piala Dunia 2026 dan membuatnya sejajar dengan para kandidat utama peraih Sepatu Emas. Lebih dari sekadar statistik, penampilannya memperlihatkan kemampuan yang membedakan pemain hebat dari pemain biasa: tidak banyak menyentuh bola, tetapi mampu mengubah arah pertandingan hanya dalam beberapa menit.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Brasil. Reuters mencatat ini merupakan pencapaian terburuk Brasil di Piala Dunia sejak 1990 sekaligus memperpanjang puasa gelar mereka menjadi 24 tahun. Seusai pertandingan, Neymar bahkan memberi isyarat bahwa laga tersebut mungkin menjadi penampilan terakhirnya bersama tim nasional setelah mengaku telah memberikan segalanya untuk negaranya.
Kini Norwegia melangkah ke perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Selama Haaland mampu mempertahankan ketajamannya seperti saat menumbangkan Brasil, tim berjuluk The Vikings bukan lagi sekadar kuda hitam, melainkan ancaman nyata bagi siapa pun yang masih bertahan dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.





Comments are closed.