Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Harga Batu Bara Global Koreksi, Suplai RI Jadi Faktor

Harga Batu Bara Global Koreksi, Suplai RI Jadi Faktor

harga-batu-bara-global-koreksi,-suplai-ri-jadi-faktor
Harga Batu Bara Global Koreksi, Suplai RI Jadi Faktor
service

KABARBURSA.COM – Harga batu bara global bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Rabu, 11 Februari 2026. Pelaku pasar menimbang dinamika pasokan Asia dan prospek permintaan dari konsumen utama dunia. Koreksi harga terjadi di tengah tarik-menarik sentimen antara gangguan suplai dan risiko perlambatan konsumsi energi.

Mengacu acuan perdagangan batu bara termal global, kontrak Newcastle coal futures tercatat berada di kisaran USD114,60 per ton pada penutupan Selasa, 10 Februari 2026.

Harga tersebut turun sekitar USD1,15 atau 0,99 persendibandingkan sesi sebelumnya, berdasarkan data perdagangan komoditas global terakhir yang masih menjadi rujukan pada pembukaan pasar hari ini.

Pergerakan ini menandai fase konsolidasi harga batu bara setelah sebelumnya mendapat dukungan dari faktor risiko pasokan di kawasan Asia.

Benchmark Newcastle sendiri digunakan luas sebagai referensi harga batu bara termal seaborne untuk pasar Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, China, dan India.

Di sisi fundamental, pasar saat ini mencermati dinamika suplai dari Indonesia sebagai eksportir batu bara termal terbesar dunia.

Kebijakan pembatasan ekspor spot dan pengaturan produksi sempat memicu kekhawatiran keketatan pasokan di pasar seaborne Asia.

Seorang trader batu bara di utilitas besar Asia mengatakan gangguan pasokan dari Indonesia telah memengaruhi struktur harga regional.

“Guncangan pasokan dari Indonesia mendorong premi batu bara dari pemasok lain ikut naik,”ujarnya, dikutip dari Reuters, 11 Februari 2026.

Kondisi tersebut mendorong utilitas di sejumlah negara importir meningkatkan penawaran pembelian guna mengamankan kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik.

Dampaknya, premi harga batu bara dari negara pemasok alternatif ikut terdorong, meski volume transaksi belum melonjak signifikan.

Namun demikian, potensi kenaikan harga dinilai masih terbatas oleh prospek permintaan global. Pelaku pasar menilai konsumsi batu bara dari importir utama belum menunjukkan percepatan yang kuat, terutama dari China sebagai pembeli terbesar dunia.

CEO DBX Commodities, Alexandre Claude, menilai faktor permintaan dapat menjadi penyeimbang reli harga.

“Perlambatan China yang lebih tajam dari perkiraan—serta harga gas yang tetap rendah—bisa meredam potensi kenaikan harga batu bara,” kata dia, dikutip dari Reuters, Rabu, 11 Februari 2026.

Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa harga batu bara tidak hanya dipengaruhi faktor suplai, tetapi juga kompetisi dengan energi substitusi.

Ketika harga gas alam bertahan rendah, pembangkit listrik memiliki fleksibilitas mengatur bauran energi, sehingga tekanan permintaan batu bara bisa meningkat atau menurun bergantung pada selisih biaya.

Selain itu, pelaku pasar juga menimbang kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif. Prospek pertumbuhan industri dan manufaktur di sejumlah negara maju maupun berkembang berpengaruh langsung terhadap kebutuhan listrik berbasis batu bara.

Bagi kawasan Asia, dinamika harga batu bara tetap krusial mengingat dominasi energi fosil tersebut dalam bauran pembangkit listrik. Jepang, Korea Selatan, dan India masih bergantung pada impor batu bara termal untuk menjaga stabilitas pasokan listrik domestik.

Sementara bagi Indonesia, pergerakan harga global memiliki implikasi ganda. Di satu sisi, harga yang relatif tinggi menopang kinerja ekspor dan penerimaan devisa.

Namun, di sisi lain, kebijakan pengendalian produksi dan ekspor perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan peluang pasar ekspor.

Secara keseluruhan, pasar batu bara global saat ini berada dalam fase penyeimbangan. Risiko pasokan dari produsen utama masih menopang harga, tetapi dibatasi oleh ketidakpastian permintaan dan kompetisi energi alternatif.

Dengan struktur sentimen tersebut, arah harga jangka pendek cenderung bergerak terbatas, menunggu kepastian lanjutan dari kebijakan produksi, permintaan importir utama, serta dinamika harga energi global lainnya.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.