Ditulis oleh Yunila Wati •
KABARBURSA.COM – Kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) di empat bulan pertama 2026 Melambat. Perlambatan terutama disebakan dari bisnis alat berat dan kontraktor tambang. Meski begitu, penjualan batu bara masih tumbuh.
Dari data operasional 4M26, tekanan paling terlihat datang dari bisnis alat berat. Penjualan Komatsu hanya mencapai 1.413 unit atau turun 25 persen secara tahunan.
Capaian tersebut baru setara 35 persen dari target penjualan 2026 yang bahkan sudah direvisi turun menjadi 4.000 unit. Pada periode yang sama tahun lalu, realisasi penjualan masih mencapai 42 persen dari target tahunan.
Tekanan juga terlihat dari sisi pangsa pasar. Market share Komatsu turun menjadi 17 persen, melanjutkan tren pelemahan di bawah 20 persen sejak kuartal pertama 2026.
Perlambatan juga menjalar ke lini kontraktor tambang. Volume overburden tercatat 321,3 juta bcm atau turun 5 persen secara tahunan akibat penurunan stripping ratio dari sejumlah klien tambang.
Meski begitu, realisasi overburden sebenarnya masih mencapai 36 persen dari target tahunan baru sebesar 900 juta bcm. Angka tersebut sedikit lebih baik dibanding posisi 4M25 yang saat itu baru mencapai 31 persen dari realisasi tahunan.
Bisnis Batu Bara Naik 12 Persen
Di tengah pelemahan alat berat dan kontraktor tambang, bisnis batu bara justru masih menjadi penopang utama. Penjualan batu bara UNTR mencapai 5,5 juta ton atau naik 12 persen secara tahunan.
Kenaikan tersebut terutama didorong lonjakan penjualan batu bara termal dari PT Tuah Turangga Agung yang naik 29 persen menjadi 3,5 juta ton. Realisasi penjualan batu bara itu juga sudah mencapai 47 persen dari target tahunan 2026.
Pasar juga mulai memperhatikan perkembangan tambang emas Martabe. Penjualan emas UNTR pada empat bulan pertama 2026 hanya mencapai 6 ribu oz, jauh di bawah periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 89 ribu oz.
Rendahnya penjualan emas tersebut lebih disebabkan penghentian sementara operasional tambang. Manajemen menargetkan Martabe kembali beroperasi pada akhir Mei hingga awal Juni 2026 sehingga pasar mulai membaca adanya potensi pemulihan kontribusi emas pada semester kedua.
Bisnis nikel relatif stabil. Penjualan nikel tercatat 697 ribu wmt atau turun tipis 1 persen secara tahunan.
Realisasi tersebut sudah mencapai 58 persen dari target tahunan baru sebesar 1,2 juta wmt setelah perseroan merevisi target produksi lebih rendah dibanding rencana awal. Artinya, lini nikel justru menjadi salah satu bisnis dengan progres realisasi tercepat sejauh ini.
Analis: UNTR Masih Positif
Di tengah dinamika operasional tersebut, konsensus analis terhadap UNTR sebenarnya masih cukup positif. Dari 27 analis yang memantau saham ini, sebanyak 20 analis memberikan rekomendasi beli dan tujuh analis memilih tahan.
Belum ada analis yang memberikan rekomendasi jual. Konsensus target harga rata-rata UNTR saat ini berada di level Rp33.025.
Angka itu mencerminkan potensi kenaikan sekitar 38 persen dari harga terakhir di kisaran Rp23.800. Bahkan target tertinggi analis mencapai Rp42.000, sementara target terendah berada di Rp27.500.
Dari sisi fundamental, pasar memang masih melihat UNTR sebagai emiten dengan struktur laba besar meski menghadapi normalisasi siklus komoditas. Konsensus analis memperkirakan laba bersih 2026 berada di kisaran Rp13,1 triliun dengan EPS sekitar Rp3.705 per saham.
Namun proyeksi tersebut lebih rendah dibanding estimasi laba bersih 2025 sebesar Rp14,8 triliun. Penurunan itu sejalan dengan ekspektasi melemahnya bisnis alat berat dan kontraktor tambang akibat perlambatan aktivitas pertambangan.
Menariknya, konsensus mulai memperkirakan pemulihan kembali pada 2027. Laba bersih UNTR diproyeksi naik menjadi Rp15,8 triliun dengan EPS sekitar Rp4.542 per saham.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.