Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Hiu Berjalan Raja Ampat, Apakah Jenis Ini Tidak Berenang?

Hiu Berjalan Raja Ampat, Apakah Jenis Ini Tidak Berenang?

hiu-berjalan-raja-ampat,-apakah-jenis-ini-tidak-berenang?
Hiu Berjalan Raja Ampat, Apakah Jenis Ini Tidak Berenang?
service

Hemiscyllium freycineti merupakan hiu berjalan endemik Raja Ampat, banyak mendiami perairan Selat Dampier. Populasinya, diperkirakan mencapai 2.462 individu per kilometer. Lokasi tersebut ada di Kampung Sawinggrai, Pulau Gam. “Angka itu bukan saja banyak, namun juga menjadi yang tertinggi yang pernah tercatat di dunia untuk genus Hemiscyllium,” jelas Edy Setyawan, Lead Conservation Scientist dari Elasmobranch Institute Indonesia, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/26). Temuan baru yang penelitiannya memerlukan waktu 14 bulan itu sudah diterbitkan pada laman jurnal internasional Frontiers in Fish Science. Di antara temuan krusial, adalah peran terumbu karang sebagai nursery atau habitat asuhan bagi spesies itu. Meskipun hiu berjalan sudah dilindungi penuh Indonesia, namun informasi mengenai biologi, struktur populasi, dan ekologi spasialnya masih terbatas. “Sehingga menghambat upaya konservasi yang efektif,” jelas laporan tersebut. Tim peneliti melakukan 64 survei malam hari sepanjang Februari 2024 hingga April 2025 di enam lokasi. Menggunakan identifikasi foto dan penandaan transporder terintegrasi pasif, tim berhasil mengidentifikasi 736 individu unik, dari total 1.191 penampakan. Sebagian besar penampakan itu, berasal dari Pulau Arborek, Gam, Fam, Mansuar, dan Batanta. Menariknya, individu yang teridentifikasi didominasi betina (415 individu), dengan panjang mencapai 19,4-75 sentimeter. Tim peneliti yang terlibat aktif adalah Elasmobranch Institute Indonesia, BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan di Kepulauan Raja Ampat, Konservasi Indonesia, Masyakakat Arborek, dan Re:wild. Hiu berjalan (Hemiscyllium freycineti) ini merupakan jenis endemik Raja Ampat. Foto: Dok. Edy Setyawan/Elasmobranch Institute Indonesia. Habitat utama Peran terumbu karang sebagai nursery  diketahui karena sebanyak 69 persen individu muda memilih ekosistem tersebut sebagai habitat. Sementara hiu dewasa, memillih menghuni padang lamun…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.