Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Humor Gus Dur tentang Soeharto Naik Haji

Humor Gus Dur tentang Soeharto Naik Haji

humor-gus-dur-tentang-soeharto-naik-haji
Humor Gus Dur tentang Soeharto Naik Haji
service

Pernah mendengar kisah –lebih tepatnya humor, lebih tepatnya lagi kritik– Gus Dur tentang Soeharto naik haji? Kalau belum, simaklah baik-baik. Kalau sudah, boleh tinggalkan tulisan ini.

Masyarakat Indonesia, umat Islam pastinya, gembira presidennya naik haji. Maklum sebelumnya Soeharto lebih dipersepsikan presiden kedua ini lebih cenderung abangan daripada seorang muslim yang taat, meski pada tahun 1978 (setelah Pemilu 1977), dia juga pernah berangkat umroh.

Saking gembiranya, masyarakat berbondong-bondong memilih Golkar pada Pemilu 1992. Golkar menang besar, konon, karena beredar foto Soeharto dan keluarganya yang sedang mengenakan pakaian Ihram. Tahun 1990an, politik Orde Baru memang “hijrah”, mendekat kepada kalangan Islam, terutama Islam kota.

(Humor cerdas ala Gus Dur bisa klik di sini)

Berbeda dengan masyarakat pada umumnya, Gus Dur justru mengkritik Soeharto naik haji. Seperti biasa, mengkritik dengan humor cerdas. Yang jadi sasaran kritik buka Soeharto langsung, melainkan murid setianya: Harmoko. Ini metode “mlipir”.

Gus Dur menceritakan saat lempar Jumroh, lemparan batu Menteri Penerangan Harmoko malah kembali ke mukanya. Harmoko pindah posisi. Dia melempar kembali, tapi lagi-lagi batu mengenai kepalanya sendiri. Berkali-kali seperti itu.

Akhirnya, Harmoko mendekati bosnya, Presiden Soeharto, mau minta petunjuk. Tapi sebelum mendekat, ada suara halus membisiki Harmoko, “Sesama setan tidak boleh saling melempar.”

Tags:

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.