Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Ilmuwan China Kembangkan Sel Bahan Bakar Batu Bara Berpotensi Nol Emisi

Ilmuwan China Kembangkan Sel Bahan Bakar Batu Bara Berpotensi Nol Emisi

ilmuwan-china-kembangkan-sel-bahan-bakar-batu-bara-berpotensi-nol-emisi
Ilmuwan China Kembangkan Sel Bahan Bakar Batu Bara Berpotensi Nol Emisi
service


Foto: Unsplash

Teknologi.id – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mencapai titik nol. Inovasi yang disebut sebagai zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini diproyeksikan dapat mengubah cara kerja pembangkit listrik batu bara tradisional.

Berdasarkan laporan The Independent yang dirilis pada Selasa (28/4/2026), teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan menekan dampak polusi secara drastis.

Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran


Foto: The Independent

Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) konvensional yang membakar batu bara untuk memanaskan air dan memutar turbin, sistem ZC-DCFC menggunakan proses elektrokimia.

Berikut adalah tahapan mekanisme kerja dari teknologi ZC-DCFC:

  • Batu bara mentah tidak langsung dibakar, melainkan dihancurkan, dikeringkan, dan diberikan perlakuan khusus terlebih dahulu.

  • Batu bara yang telah diproses kemudian dimasukkan ke dalam ruang anoda pada sel bahan bakar.

  • Di saat yang bersamaan, oksigen dialirkan ke bagian katoda.

  • Batu bara di ruang anoda kemudian mengalami proses oksidasi elektrokimia yang difasilitasi melalui sebuah membran oksida.

Baca juga: Ilmuwan China Berhasil Sulap Karbondioksida Jadi Gula, Begini Caranya

Efisiensi Energi dan Penangkapan Karbon

Reaksi elektrokimia tersebut tetap menghasilkan produk sampingan berupa gas karbon dioksida. Namun, perbedaan utamanya terletak pada sistem penangkapan gas. CO2 yang dihasilkan tidak dilepaskan ke udara bebas, melainkan ditangkap di dalam sistem sel bahan bakar itu sendiri.

Gas buang tersebut kemudian diproses dan diubah menjadi bahan baku kimia bernilai tambah, salah satunya adalah gas sintesis atau syngas.

Studi terkait penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Energy Reviews. Para peneliti mencatat bahwa sel ZC-DCFC mampu menghasilkan energi dengan tingkat efisiensi hingga 40 persen. Sistem ini dinilai berhasil menghindari kehilangan efisiensi energi yang secara umum terjadi pada proses pembakaran konvensional dan mesin termal.

Meskipun konsep sel bahan bakar karbon langsung bukan hal yang benar-benar baru, model-model terdahulu kerap terkendala oleh umur pakai komponen yang pendek serta kepadatan daya yang rendah. Desain ZC-DCFC terbaru ini diklaim memecahkan masalah tersebut karena lebih mudah diperbesar skalanya dalam bentuk tumpukan sel (cell stacks) dan memiliki tingkat konversi energi yang lebih tinggi.

Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Baterai Berlian Karbon-14 yang Bisa Tahan Ribuan Tahun

Potensi Pemanfaatan di Tambang Dalam

Selain menekan emisi, teknologi ini diusulkan sebagai solusi atas menipisnya cadangan batu bara dangkal di berbagai belahan dunia. Saat ini, aktivitas penambangan semakin terdorong ke kedalaman bumi yang ekstrem, bahkan mencapai lebih dari 2.000 meter.

Dalam kondisi geologis tersebut, peneliti mengusulkan agar ZC-DCFC digunakan untuk mengubah dan memanfaatkan batu bara secara langsung dari lingkungan bawah tanah secara lebih efisien untuk pembangkitan listrik.

Kendati menawarkan terobosan yang menjanjikan, klaim “nol emisi” pada teknologi ini tetap membutuhkan kajian lanjutan. Para ahli menegaskan bahwa observasi dan studi kelayakan skala industri masih diperlukan untuk memastikan skenario penerapan ZC-DCFC yang paling tepat di sektor energi global secara komersial.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(wn/sa)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.