Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. JPPI: Korban Keracunan MBG Capai 40.759 Orang sejak 2025

JPPI: Korban Keracunan MBG Capai 40.759 Orang sejak 2025

jppi:-korban-keracunan-mbg-capai-40.759-orang-sejak-2025
JPPI: Korban Keracunan MBG Capai 40.759 Orang sejak 2025
service

Jakarta, NU Online

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mencatat jumlah korban keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026 mencapai 12.656 orang.

“Jika diakumulasikan sejak tahun 2025, total korban telah mencapai 40.759 orang yang tersebar di 36 provinsi,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Ubaid menyebut mayoritas kasus terkonsentrasi di Pulau Jawa. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan persentase kasus tertinggi, yakni 34 persen, disusul Jawa Timur 18 persen dan Jawa Barat 9 persen.

“Secara kumulatif, ketiga provinsi ini mencakup 61 persen dari seluruh kasus nasional, yang menunjukkan perlunya pengawasan ekstra ketat di wilayah padat penduduk tersebut,” jelasnya.

Selain itu, kasus keracunan juga tercatat cukup tinggi di Kalimantan Barat dan Lampung yang masing-masing menyumbang 5 persen, serta DKI Jakarta sebesar 4 persen.

“Meskipun banyak provinsi lain mencatat angka di bawah 3 persen, keberadaan korban di hampir seluruh provinsi (36 provinsi) menegaskan bahwa masalah ini merata secara geografis,” katanya.

Menurut Ubaid, tingginya jumlah korban dan luasnya persebaran kasus hingga mencakup 36 provinsi menjadi peringatan terhadap sistem pengawasan program dan prosedur keamanan pangan MBG.

“Ini peringatan keras terhadap sistem pengawasan program dan prosedur keamanan pangan yang ada saat ini,” katanya.

BGN Janji Perketat Integritas Program MBG

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap praktik korupsi maupun berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan program MBG.

Sudaryono menekankan bahwa BGN akan dikelola secara profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara. Menurutnya, integritas menjadi fondasi utama dalam menjalankan program strategis nasional tersebut.

“Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance (tanpa toleransi) untuk praktik-praktik korupsi dan copet-copetan,” kata Sudaryono seusai dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.