
Kala Para Penari dari Jakarta Didatangkan Langsung untuk Meriahkan Hari Kartini di Singapura pada 1971
Perayaan Hari Kartini menjadi salah satu momen penting pada April yang dirayakan setiap tahunnya. Kemeriahan momen penting ini tidak hanya berlangsung di Indonesia saja, tetapi juga di luar negeri.
Salah satu momen perayaan Hari Kartini pernah berlangsung di Singapura pada 1971 silam. Pada waktu itu, diaspora Indonesia yang ada di Singapura turut memeriahkan acara peringatan ini.
Bahkan acara perayaan Hari Kartini di Singapura pada waktu itu mendatangkan hiburan langsung dari Indonesia. Para penari serta penyanyi diterbangkan langsung menuju Singapura untuk memeriahkan peringatan pada momen ini waktu itu.
Bagaimana suasana perayaan Hari Kartini di Singapura pada 1971 silam? Simak ulasan terkait momentum ini dalam artikel berikut.
Perayaan Hari Kartini di Singapura pada 1971
Dinukil dari artikel “Hari Ibu Kartini Di-sambut Meriah di-S’pura” dalam surat kabar Berita Harian edisi 25 April 1971, peringatan Hari Kartini di Singapura pada 1971 dilaksanakan tepat pada 21 April. Masyarakat diaspora Indonesia yang ada di Singapura turut memeriahkan perayaan ini, tidak hanya dari kalangan wanita saja, tetapi juga laki-laki dan anak-anak.
Perayaan Hari Kartini di Singapura pada waktu itu diselenggarakan terpusat di Wisma Theatre. Terdapat berbagai macam acara yang dinikmati oleh audiens yang hadir pada waktu itu, mulai dari hiburan kesenian hingga menikmati makanan khas Indonesia.
Ratusan wanita diketahui turut hadir dalam acara ini. Dikutip dari artikel “Penari2 dari Jakarta ka-S’pura utk Hari Kartini” dalam surat kabar Berita Harian edisi 21 April 1971, diketahui ada 500 wanita dari kalangan diaspora Indonesia yang turut meriahkan acara ini.
Tidak hanya itu, para istri dari diplomat asing serta tamu undangan juga turut hadir dalam acara ini. Kehadiran banyak audiens ini makin memeriahkan acara yang digelar pada waktu itu.
Dimeriahkan Para Penari dari Jakarta
Pada awal acara, peringatan ini dimulai dengan membacakan deklarasi “Hari Wanita Indonesia” yang didengarkan oleh semua audiens yang hadir. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu perjuangan serta mengheningkan cipta untuk mengenang ruh dan jasa Raden Ajeng Kartini.
Setelah acara formal, rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai macam hiburan yang bisa dinikmati oleh para audiens yang hadir. Terdapat beberapa hiburan kesenian yang turut ditampilkan dalam momentum ini, seperti permainan angklung oleh anak-anak Indonesia yang ada di Singapura, tari balet, hingga acara cerdas tangkas.
Selain itu, ada juga pementasan tari dari para penari yang didatangkan langsung dari Jakarta untuk memeriahkan acara tersebut. Beberapa penyanyi ibukota juga turut meramaikan peringatan Hari Kartini di Singapura pada 1971.
Beberapa nama penyanyi yang turut memeriahkan rangkaian acara ini adalah Aida Mustafa, S. Shafarin, Marini, Sandra Sanger, hingga Emilia Contessa.
Penampilan Tarian Tradisional
Selain pementasan tari balet, ada juga penampilan tarian tradisional yang juga dipertontonkan di hadapan audiens yang hadir dalam peringatan ini. Dua orang penari Mangkunegaran, yakni Joice Hamidjojo dan Hadith.
Joice Hamidjojo membawakan tari gambyong di hadapan para audiens yang hadir. Sementara itu, Hadith membawakan tari menak koncar pada kesempatan ini.
Kesempatan untuk tampil pada peringatan Hari Kartini di Singapura ini juga menjadi pengalaman berharga bagi Joice Hamidjojo. Disitat dari artikel “Kartini: Pelopor Wanita Indonesia di-ingati di Wisma” dalam surat kabar Berita Harian edisi 22 April 1971, Joice menyebutkan jika dirinya sempat malu untuk mengisi acara tersebut.
Meskipun demikian, keinginannya untuk menampilkan tarian Jawa berhasil mengatasi rasa maluyang dirasakannya pada waktu itu. “Pada mulanya saya malu untok menari di sini, tetapi untok menunjokkan tarian Jawa asli, saya memberanikan diri juga,” tutur Joice seperti yang dikutip dari surat kabar Berita Harian.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor





Comments are closed.