Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kangkang Katup, Tanaman Lokal Indonesia Ini Ternyata Berkhasiat untuk Diabetes

Kangkang Katup, Tanaman Lokal Indonesia Ini Ternyata Berkhasiat untuk Diabetes

kangkang-katup,-tanaman-lokal-indonesia-ini-ternyata-berkhasiat-untuk-diabetes
Kangkang Katup, Tanaman Lokal Indonesia Ini Ternyata Berkhasiat untuk Diabetes
service

30 Maret 2026 10.00 WIB • 2 menit

Kangkang Katup, Tanaman Lokal Indonesia Ini Ternyata Berkhasiat untuk Diabetes


IPB University kembali menghadirkan inovasi di bidang kesehatan melalui penelitian terhadap tanaman liar bernama kangkang katup (Phanera semibifida). Tanaman ini diungkap memiliki potensi sebagai agen antidiabetes sekaligus antioksidan alami. Temuan tersebut bahkan berhasil masuk dalam daftar 117 Inovasi Indonesia yang dirilis oleh Business Innovation Center pada tahun 2025.

Penelitian ini melibatkan sejumlah ilmuwan, yaitu Meyla Suhendra, Berry Juliandi, Huda Darusman, Siti Sa’diah, dan Fitmawati. Mereka mengembangkan riset berbasis sumber daya alam lokal sebagai alternatif dalam pengobatan penyakit degeneratif, khususnya diabetes.

Pemanfaatan Tradisional yang Mulai Diteliti

Kangkang katup selama ini belum banyak dibudidayakan secara luas. Namun, masyarakat di wilayah Kepulauan Lingga telah lama memanfaatkannya sebagai bahan minuman herbal dengan rasa pahit. Minuman tersebut dipercaya membantu menjaga kebugaran tubuh dan mengatasi berbagai keluhan kesehatan.

Pengetahuan tradisional ini kemudian menjadi dasar bagi penelitian ilmiah yang dilakukan oleh tim IPB. Dengan pendekatan laboratorium, para peneliti berupaya membuktikan secara ilmiah manfaat yang selama ini hanya diketahui secara empiris oleh masyarakat.

Kandungan Senyawa Kangkang Katup

Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah kandungan senyawa polifenol dalam ekstrak batang kangkang katup. Senyawa ini diketahui memiliki kemampuan untuk menghambat kerja enzim α-glukosidase, yaitu enzim yang berperan dalam proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam tubuh.

Berry Juliandi menjelaskan bahwa mekanisme tersebut dapat membantu mengontrol kenaikan kadar gula darah setelah makan. “Berdasarkan analisis in vitro dan in vivo, ekstrak batang kangkang katup terbukti efektif menurunkan kadar glukosa darah dan aman pada uji toksisitas akut,” ujarnya.

Selain itu, tanaman ini juga memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan berperan dalam menangkal stres oksidatif, yaitu kondisi yang sering dialami oleh penderita diabetes akibat tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang.

Potensi Pengembangan sebagai Obat Herbal

Hasil penelitian ini membuka peluang besar bagi pengembangan kangkang katup sebagai obat herbal terstandar. Penggunaan bahan alami dinilai semakin relevan seiring meningkatnya minat terhadap terapi dengan efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat kimia.

Menurut Berry Juliandi, ekstrak tanaman ini berpotensi dikembangkan sebagai terapi antihiperglikemia sekaligus sumber antioksidan alami. Pengembangan ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga dapat mendukung pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia secara lebih optimal.

Tantangan Diabetes yang Terus Meningkat

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan jumlah penderita yang terus meningkat secara global. Pada tahun 2024, tercatat sekitar 589 juta orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia.

Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah penderita tertinggi, yaitu mencapai 20,4 juta orang. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa upaya penanganan diabetes tidak bisa hanya bergantung pada pengobatan konvensional, tetapi juga membutuhkan inovasi baru, termasuk dari bahan alami.

Temuan dari IPB University ini memberikan harapan baru dalam pengembangan obat berbasis tanaman lokal yang lebih aman dan terjangkau. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan pentingnya mengintegrasikan pengetahuan tradisional dengan pendekatan ilmiah modern.

Meski hasil awal penelitian menunjukkan potensi yang menjanjikan, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan, termasuk uji klinis pada manusia dan standarisasi produk. Dengan langkah tersebut, kangkang katup berpeluang menjadi salah satu solusi nyata dalam membantu pengendalian diabetes di masa depan, sekaligus memperkuat kemandirian Indonesia di sektor kesehatan dan farmasi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.