Jakarta –
Keguguran dini sering kali sulit dibedakan dengan menstruasi rutin bagi para perempuan. Nah, kalau keluar gumpalan darah seperti daging, apakah tanda keguguran ya, Bunda?
Kondisi keguguran memang sesuatu yang menyedihkan khususnya para pejuang garis dua dan para perempuan secara umum. Apalagi, keguguran yang dialaminya tanpa disadari mereka alami. Biasanya, mereka hanya menganggap peristiwa tersebut layaknya menstruasi biasa.
Kenali gejala keguguran
Bagi masyarakat awam, mengenali dan membedakan antara menstruasi dan keguguran dini mungkin cukup sulit sebab keduanya memiliki beberapa gejala yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keguguran sendiri memang cukup umum terjadi pada trimester pertama dan hal ini terjadi pada sekitar 10 persen kehamilan yang diketahui. Dalam beberapa kasus, keguguran dapat terjadi sebelum Bunda mengetahui bahwa Bunda hamil. Jika ini terjadi, Bunda mungkin tidak akan merasakan perbedaan apa pun dari menstruasi Bunda biasanya.
Meskipun sulit mengetahuinya, Bunda bisa mengenali keguguran dari gejala yang muncul, seperti berikut ini:
1. Perdarahan vagina
2. Keluar jaringan atau gumpalan darah
3. Sakit perut dan kram
4. Saking punggung
Namun, bercak atau perdarahan ringan selama kehamilan tidak selalu merupakan tanda keguguran. Jika ini terjadi, perhatikan gejala tidak biasa lainnya. Selain itu, pastikan untuk memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui kepastiannya.
Sementara pada gejala menstruasi biasa, sangatlah bervariasi ya, Bunda. Antara ovulasi dan menstruasi, hormon estrogen dan progesteron menurun. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan fisik dan emosional. Beberapa orang hampir tidak mengalami gejala apa pun, tetapi sebagian lainnya benar-benar merasakannya.
Gejala dari menstruasi sendiri meliputi perut kembung, nyeri payudara, kelelahan, sembelit, sakit kepala, perubahan nafsu makan, kecemasan, perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi, masalah tidur dan lainnya seperti dikutip dari laman Healthline.
Menstruasi cenderung mengikuti siklus yang dapat diprediksi, meskipun tidak untuk semua orang. Jika perdarahan terjadi lebih awal atau lebih lambat dari yang diharapkan, hal tersebut mungkin merupakan keguguran dini.
Perbedaan Darah Flek Hamil vs Haid Waktu, Tekstur & Gejala/ Foto: HaiBunda / Dwi Rachmi
Apa yang terjadi selama keguguran?
Kasus keguguran pada setiap perempuan mungkin akan berbeda pengalaman dan kondisinya. Hal ini juga karena kasus keguguran memang akan bergantung pada berapa minggu usia kehamilan saat keguguran terjadi. Hal itulah yang menunjukkan jenis jaringan kehamilan yang terlihat.
Bisa jadi, keguguran yang terlihat tampak seperti gumpalan darah, atau mungkin Bunda dapat melihat seperti adanya selaput atau bagian tubuh kecil seperti dikutip dari laman Pregnancy Birth Baby.
Pada usia kehamilan 6 minggu, sebagian besar perempuan tidak dapat melihat apa pun yang dapat dikenalinya saat mengalami keguguran. Selama perdarahan, Bunda mungkin hanya melihat gumpalan darah dengan kantung kecil berisi cairan. Embrio, yang ukurannya kira-kira sebesar kuku jari kelingking, dan plasenta mungkin terlihat di dalam kantung tersebut.
Saat usia kehamilan 8 minggu, jaringan yang keluar mungkin tampak merah tua dan mengkilap. Sebagian perempuan menggambarkannya seperti hati dan Bunda mungkin menemukan kantung berisi embrio di dalamnya, seukuran kacang kecil.
Ketika usia kehamilan 10 minggu, gumpalan darah yang keluar berwarna merah tua dan tampak seperti agar-agar. Mungkin terdapat selaput di dalamnya, yang merupakan bagian dari plasenta. Kantung tersebut akan berada di dalam salah satu gumpalan darah. Pada saat ini, bayi yang sedang berkembang biasanya sudah terbentuk sempurna tetapi masih sangat kecil dan sulit dilihat.
Sementara itu, ketika memasuki usia kehamilan 12 hingga 16 minggu, Bunda mungkin akan melihat cairan keluar dari vagina terlebih dahulu yang diikuti dengan perdarahan dan gumpalan darah. Janin mungkin terlihat sangat kecil dan sudah terbentuk sempurna. Jika Bunda melihat bayi, mungkin sudah berada di luar kantung ketuban. Atau bisa juga, bayi mungkin juga masih menempel pada tali pusar dan plasenta.
Yang terjadi setelah keguguran
Pasca keguguran, perdarahan mungkin berkurang seiring waktu dan biasanya akan terhenti dalam waktu dua minggu. Tanda-tanda kehamilan, seperti mual dan payudara yang nyeri, akan hilang setelah keguguran.
Jika Bunda mengalami keguguran mendekati usia kehamilan 20 minggu, payudara mungkin akan menghasilkan ASI. Setelahnya, Bunda akan mengalami menstruasi berikutnya dalam waktu 4 hingga 6 minggu.
Kapan perlu ke dokter?
Meskipun perdarahan terkait keguguran tampak banyak, sebagian besar orang tidak memerlukan perawatan medis. Namun, Bunda perlu segera menemui dokter atau mendapatkan perawatan darurat jika mengalami beberapa kondisi berikut:
1. Mengalami pendarahan lebih dari dua pembalut per jam
2. Mengeluarkan gumpalan darah yang lebih besar dari lemon
3. Mengalami demam atau menggigil
4. Mengalami nyeri hebat
5. Mengalami kesedihan yang hebat dan berkepanjangan
Mengelola emosi saat keguguran
Keguguran memang sebuah kehilangan yang bisa membuat seseorang terpukul. Tidak jarang, rasa kehilangan tersebut pun mengganggu kesehatan mental seseorang.
Ya, Bunda mungkin mendapati diri berduka dan bisa melewatinya dengan baik meski terseok-seok. Jika Bunda mengalaminya, Bunda tidak perlu khawatir karena keguguran memang hal yang umum terjadi pada perempuan lainnya di luar sana.
Dalam kebanyakan kasus, orang-orang dapat melanjutkan kehamilan yang sehat. Jika Bunda membutuhkan bantuan, segeralah berkonsultasi dengan dokter ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)





Comments are closed.