Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Kemen PPPA Ajak Anak dan Orang Muda Jadi Penggerak Perubahan Hadapi Krisis Iklim

Kemen PPPA Ajak Anak dan Orang Muda Jadi Penggerak Perubahan Hadapi Krisis Iklim

kemen-pppa-ajak-anak-dan-orang-muda-jadi-penggerak-perubahan-hadapi-krisis-iklim
Kemen PPPA Ajak Anak dan Orang Muda Jadi Penggerak Perubahan Hadapi Krisis Iklim
service

Jakarta,NU Online

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Save the Children Indonesia mendorong anak dan orang muda memperkuat pengetahuan dan mengambil peran aktif dalam menghadapi krisis iklim melalui berbagai aksi nyata untuk menjaga lingkungan. 

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I Kemen PPPA Devy Nia Pradhika mengatakan, anak tidak hanya menjadi kelompok yang terdampak perubahan iklim, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi.

Pasalnya, anak Indonesia bukan hanya penerus bangsa. Kalian adalah pencipta solusi, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan bumi. 

“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan sejak usia dini,” ujar Devy dalam Webinar Series Libur Telah Tiba yang bertema Anak dan Orang Muda Tangguh Menghadapi Krisis Iklim di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Devy mengatakan krisis iklim telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan anak, mulai dari banjir yang mengganggu kegiatan belajar, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga pencemaran lingkungan yang memengaruhi kesehatan dan ruang bermain anak. 

Oleh karena itu, menjaga lingkungan juga berarti melindungi hak anak untuk hidup sehat, belajar dengan nyaman, bermain dengan aman, dan tumbuh secara optimal.

“Indonesia memiliki sekitar 79 juta anak, hampir sepertiga dari seluruh penduduk Indonesia. Artinya, suara kalian sangat penting. Di tingkat dunia, UNICEF memperkirakan sekitar satu miliar anak hidup di wilayah yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.

“Angka ini menunjukkan bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan orang dewasa, tetapi juga persoalan anak-anak dan generasi muda di seluruh dunia,” kata Devy.

Devy menambahkan anak-anak dan orang muda tidak perlu takut menghadapi perubahan iklim. Sebaliknya, mereka harus menjadi generasi yang memimpin perubahan melalui berbagai aksi sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menghemat air dan listrik, menanam pohon, serta mengajak teman dan keluarga untuk melakukan hal yang sama. 

Devy berharap webinar ini dapat menumbuhkan keberanian anak untuk peduli dan mengambil peran dalam menjaga bumi.

“Jangan pernah menganggap tindakan kecil itu tidak berarti. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama,” imbuhnya.

“Mari kita buktikan bahwa anak-anak dan orang muda Indonesia bukan sekadar pewaris bumi ini, tetapi juga penjaga bumi. Karena ketika kalian menjaga alam sesungguhnya kalian sedang menjaga masa depan kalian sendiri,” pungkas Devy.

Sementara itu, Senior Director Advocacy, Campaign and Government Relations Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat mengatakan webinar ini diselenggarakan untuk memperkuat hak partisipasi anak dalam menghadapi krisis iklim. 

Kegiatan ini memang dirancang sebagai kegiatan yang mengacu pada hak partisipasi anak. Jadi, secara melekat dalam kehidupan adik-adik memiliki hak untuk berpartisipasi. 

“Kami berharap webinar ini sesuai dengan tujuannya, yaitu meningkatkan pengetahuan dan tidak berhenti di sini. Kami berharap ada aksi-aksi yang dilakukan oleh teman-teman muda untuk merespon iklim yang saat ini sedang kita hadapi bersama,” ujar Tata.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.