Adelaide, Arina.id–Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Sekretariat Jenderal resmi menjalin kerja sama strategis dengan Flinders University, Australia.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat transformasi pendidikan madrasah berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Nota Kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani di kampus Flinders University, Adelaide, Kamis (12/2/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI, Prof Nyayu Khodijah, didampingi Ketua Tim Beasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Puspenma Kemenag RI, Siti Maria Ulfa.
Dari pihak Flinders University hadir Prof. Timothy Cavagnaro, Prof Eugene Sebastian, Odile Rujis, Mason Lee, Bill Damachis, dan Priyambudi Sulistiyanto.
“Kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) madrasah, khususnya dalam pengembangan pembelajaran STEM yang menjadi salah satu konsentrasi unggulan di lingkungan madrasah,” kata Prof Nyayu Khodijah.
Dia menyebutkan ruang lingkup kesepakatan mencakup penyediaan beasiswa bagi siswa madrasah, kolaborasi riset, peningkatan kapasitas manajemen dan tata kelola perguruan tinggi berstandar internasional, serta penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam metodologi pengajaran modern berbasis STEM.
“Melalui kolaborasi ini, Kemenag berharap madrasah mampu meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global, sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi dan industri masa depan,” tegasnya.
Pihak Flinders University menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan apresiasinya terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia yang dinilai progresif serta relevan dengan dinamika global.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan madrasah yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penguasaan sains dan teknologi.





Comments are closed.