Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Kemenkes Diminta Serius Tangani Superflu Usai Muncul Korban Meninggal

Kemenkes Diminta Serius Tangani Superflu Usai Muncul Korban Meninggal

kemenkes-diminta-serius-tangani-superflu-usai-muncul-korban-meninggal
Kemenkes Diminta Serius Tangani Superflu Usai Muncul Korban Meninggal
service

Jakarta, NU Online

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap penyebaran virus yang dikenal sebagai superflu. Munculnya korban meninggal dunia dinilai menjadi indikator penting bahwa penyakit tersebut tidak dapat dipandang ringan.

Yahya menegaskan bahwa kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penderita penyakit penyerta (komorbid) berada pada risiko lebih besar jika penanganan tidak dilakukan secara serius dan menyeluruh.

“Kasus kematian ini membuktikan bahwa superflu sangat membahayakan, khususnya bagi mereka yang memiliki komorbid. Karena itu, Kemenkes harus meningkatkan surveilans secara menyeluruh kepada seluruh warga, terutama di daerah-daerah yang sudah terjangkit,” kata Yahya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Ia menilai Kemenkes tidak cukup hanya memantau angka kasus, tetapi juga perlu menyampaikan informasi yang jelas, proporsional, dan berbasis data kepada publik terkait potensi risiko superflu. Dalam konteks tersebut, Yahya menyoroti pernyataan Menteri Kesehatan yang sebelumnya menyebut superflu tidak berbahaya.

“Dengan bukti adanya korban meninggal, superflu termasuk penyakit yang membahayakan,” tegasnya.

Yahya juga mendorong Kemenkes segera menyiapkan langkah-langkah antisipatif apabila penyebaran superflu semakin meluas. Ia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit rujukan, ketersediaan tenaga medis spesialis, obat-obatan, hingga vaksin apabila diperlukan.

Selain pemerintah pusat, ia menilai pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengendalikan penyebaran superflu. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing serta memastikan fasilitas kesehatan siap menangani warga yang terinfeksi.

“Pemda harus bersiap, termasuk menyiapkan rumah sakit bagi warganya yang terkena superflu,” ujarnya.

Di sisi lain, Yahya juga mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan tetap menjaga kesehatan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga rutin, menghindari kerumunan, serta menggunakan masker di tempat ramai sebagai langkah pencegahan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyatakan bahwa superflu bukan virus mematikan seperti Covid-19. Ia menyebut superflu merupakan bagian dari virus influenza yang telah lama dikenal dalam dunia medis.

“Ini sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid-19 yang dulu varian Delta mematikan,” ujar Budi dalam konferensi pers penanganan pascabencana Sumatra di Gedung BNPB, Rabu (7/1/2025).

Budi menjelaskan bahwa secara ilmiah superflu termasuk influenza tipe A, yakni virus H3N2 yang telah beredar selama puluhan tahun. Istilah superflu, menurutnya, merujuk pada subvarian atau subclade baru, bukan jenis virus baru seperti SARS-CoV-2. “Bahasa saintifiknya influenza tipe A, jadi bukan satu virus baru seperti Covid-19,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.