KABARBURSA.COM – Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) pada awal 2026 berjalan dengan baik namun tetap terukur. pada Pada kuartal I-2026, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,49 triliun. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan Rp1,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini berjalan seiring dengan pertumbuhan pendapatan yang tetap solid. Dalam laporan resminya, ISAT membukukan pendapatan Rp15,22 triliun. Angkanya tumbuh 12,10 persen secara tahunan, dengan kontribusi terbesar masih datang dari segmen selular sebesar Rp12,70 triliun atau naik 11,21 persen.
Di sisi lain, lini Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet (MIDI) mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 17,53 persen menjadi Rp2,30 triliun. Sementara itu, segmen telekomunikasi lainnya ikut naik menjadi Rp212,83 miliar dari Rp194,74 miliar.
Namun di balik pertumbuhan tersebut, beban juga ikut meningkat menjadi Rp12,20 triliun dari Rp10,78 triliun. Kenaikan beban ini membuat pertumbuhan laba tidak sepenuhnya linear dengan kenaikan pendapatan, meski tetap menghasilkan laba sebelum pajak sebesar Rp1,92 triliun atau naik 9,71 persen.
Secara keseluruhan, laba periode berjalan tercatat Rp1,52 triliun, naik dari Rp1,41 triliun. Laba per saham juga meningkat menjadi Rp46,24 dari Rp40,65, mencerminkan distribusi keuntungan yang lebih tinggi ke pemegang saham.
Dari sisi neraca, ukuran bisnis ISAT terus bertambah. Total aset meningkat menjadi Rp122,10 triliun dari Rp118,62 triliun, sementara liabilitas naik ke Rp81,06 triliun dari Rp79,12 triliun, dan ekuitas bertambah menjadi Rp41,03 triliun dari Rp39,50 triliun.
Proyeksi Analis
Jika ditarik ke arah target tahunan, kinerja kuartal pertama ini berada dalam jalur yang sejalan. Dengan pertumbuhan pendapatan kuartalan di kisaran dua digit, realisasi ini sudah berada di atas panduan tahunan yang dipatok pada level mid-to-high single digit.
Proyeksi konsensus analis untuk 2026 menempatkan pendapatan ISAT di kisaran Rp59,29 triliun hingga Rp59,44 triliun. Sementara laba bersih diperkirakan mencapai Rp6,02 triliun hingga Rp6,47 triliun, atau tumbuh sekitar 9,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi operasional, arah ekspansi ISAT juga semakin jelas. Perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp13 triliun hingga Rp14 triliun pada 2026, dengan fokus utama pada pengembangan jaringan 5G yang membutuhkan kepadatan infrastruktur lebih tinggi dibandingkan 4G.
Selain itu, terdapat potensi tambahan belanja modal di luar angka tersebut, terutama untuk pengembangan layanan berbasis komputasi seperti GPU-as-a-Service (GPUaaS) serta kebutuhan spektrum baru di frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Ekspansi tidak hanya berhenti di jaringan seluler. ISAT juga menargetkan penetrasi di segmen fixed broadband dengan target pangsa pasar sebesar 8–10 persen pada 2026, memperluas sumber pendapatan di luar bisnis inti seluler.
Di saat yang sama, perusahaan mulai mendorong transformasi ke arah layanan berbasis teknologi tinggi. Integrasi kecerdasan buatan dan monetisasi layanan digital menjadi bagian dari strategi untuk menjaga efisiensi sekaligus membuka potensi pendapatan baru.
Dividen dan Kebijakannya
Dari sisi kebijakan pemegang saham, potensi distribusi dividen juga mulai menjadi perhatian. ISAT membuka peluang pembagian dividen spesial dari hasil divestasi aset fiber melalui skema FiberCo, dengan estimasi dana segar sekitar USD560 juta yang diperkirakan masuk pada kuartal II atau III-2026.
Secara jangka menengah, perusahaan juga menetapkan arah kebijakan dividen yang lebih progresif. Rasio pembayaran dividen ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 70 persen pada 2028.
Dengan seluruh data tersebut, kinerja kuartal I-2026 menunjukkan posisi awal yang berada dalam koridor target tahunan. Pertumbuhan pendapatan, ekspansi jaringan, serta rencana monetisasi bisnis baru berjalan bersamaan dengan peningkatan laba dan struktur permodalan yang terus berkembang.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.