Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. LAZISNU Terus Dorong Kurban Ramah Lingkungan dengan Besek dan Daun

LAZISNU Terus Dorong Kurban Ramah Lingkungan dengan Besek dan Daun

lazisnu-terus-dorong-kurban-ramah-lingkungan-dengan-besek-dan-daun
LAZISNU Terus Dorong Kurban Ramah Lingkungan dengan Besek dan Daun
service

Jakarta, NU Online

Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) konsisten mendistribusikan daging kurban menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek, daun pisang, dan daun jati sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh menyampaikan bahwa penggunaan besek dan daun sebagai wadah distribusi daging kurban telah dilakukan sejak 2019. Menurutnya, wadah alami tersebut juga mudah terurai dan didaur ulang di lingkungan.

“Kami menggunakan unsur dari alam, yaitu besek dan daun. Kurban ini adalah kurban yang ramah lingkungan atau green kurban,” ujarnya di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2026).

Riri menjelaskan, tradisi penggunaan wadah alami itu telah berlangsung sekitar tujuh tahun terakhir sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

“Kita menggunakan ini kurang lebih sekitar tujuh tahun terakhir karena kita melihat bahwa harus ada unsur edukasi kepada masyarakat. Program-program yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan juga harus menjaga lingkungan dan tidak merusaknya,” katanya.

Ia mengungkapkan, penggunaan bahan alami untuk distribusi daging kurban juga dilakukan oleh jaringan LAZISNU di berbagai daerah.

“Itu juga diikuti oleh LAZISNU di daerah. Bahkan di beberapa daerah tidak perlu memakai besek, cukup menggunakan daun jati ataupun daun pisang,” tuturnya.

Menurut Riri, penggunaan daun maupun besek juga dinilai lebih baik dalam menjaga kualitas dan kesegaran daging dibandingkan plastik.

“Daging kalau ditaruh di daun pisang ataupun daun jati kondisinya akan lebih segar dibandingkan plastik yang mungkin mengandung mikroplastik dan berbahaya,” ujarnya.

Selain mengurangi penggunaan plastik, kebijakan tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi para perajin besek di berbagai daerah.

“Ya, tentu saja ini juga meningkatkan ekonomi para perajin besek dan cukup banyak diapresiasi,” ucapnya.

Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program kurban ramah lingkungan, LAZISNU PBNU juga menginstruksikan seluruh jaringan LAZISNU di tingkat daerah, majelis taklim, hingga masjid untuk mengurangi penggunaan plastik selama distribusi daging kurban.

“Kita sudah instruksikan di seluruh LAZISNU, PCNU, majelis taklim, maupun masjid-masjid bahwa program kurban dari LAZISNU ini harus ramah lingkungan dan mengurangi sampah,” ujar Riri.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.