Legenda Dewi Cantika yang Diabadikan di Candi Prambanan, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
Legenda Dewi Cantika merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari Yogyakarta. Kisah dalam legenda ini diabadikan dalam salah satu patung yang ada di Candi Prambanan.
Patung Dewi Cantika yang juga dikenal dengan nama Lara Jonggrang dan Dewi Ruga ini berbentuk dewi yang memiliki delapan tangan. Kedelapan tangannya ini memegang berbagai macam jenis senjata yang digunakan dalam pertempuran.
Bagaimana kisah lengkap dari legenda Dewi Cantika tersebut?
Legenda Dewi Cantika yang Diabadikan di Candi Prambanan, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
Dilihat dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, alkisah Kayangan Kadewatan yang menjadi negeri para dewa tengah diserang oleh raksasa. Mahisa yang menjadi pemimpin para raksasa berhasil menguasai Kayangan Kadewatan dengan mudahnya.
Akibatnya para dewa yang dipimpin oleh Dewa Indra pergi melarikan diri dari sana. Para dewa ini kemudian mengungsi ke tempat Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma.
Dewa Indra menceritakan apa yang baru saja terjadi di Kayangan Kadewatan. Mendengarkan cerita ini, Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma menjadi naik pitam.
Mereka tidak terima Mahisa memberlakukan negeri para dewa seperti itu. Akhirnya para dewa memutuskan untuk membalas perbuatan Mahisa dan pasukannya.
Ketiga dewa ini kemudian mengeluarkan lidah api dari mulut mereka. Sejurus kemudian, muncul seorang perempuan cantik jelita dari balik kobaran api tersebut.
Perempuan ini kemudian diberi nama Dewi Cantika. Dirinya ditugaskan untuk mengalahkan Mahisa beserta seluruh anak buahnya.
Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma kemudian memberikan kekuatan mereka pada Dewi Cantika. Melihat hal ini, para dewa lain juga melakukan hal serupa.
Selain diberi kekuatan, Dewi Cantika juga dibekali berbagai macam persenjataan. Tidak hanya itu, dia juga seekor singa barong sebagai kendaraan.
Tepat pada waktu yang sudah ditentukan, Dewi Cantika kemudian pergi menuju Kayangan Kadewatan. Di sana dia langsung menantang Mahisa untuk bertarung.
Pada awalnya, Mahisa menolak tantangan itu. Dia berkata jika Dewi Cantika yang rupawan lebih cocok untuk tinggal bersamanya.
Namun Dewi Cantika selalu melontarkan tantangan dan hinaan pada pimpinan raksasa tersebut. Akhirnya kesabaran Mahisa menjadi habis dan memutuskan untuk melawan Dewi Cantika.
Pasukan para raksasa diutus untuk melawan dewi cantik jelita tersebut. Akan tetapi, semua serangan berhasil dikalahkan Dewi Cantika dengan mudah.
Mahisa akhirnya turun langsung ke medan pertarungan. Dirinya kemudian menjelma menjadi lembu dan mulai menyerang Dewi Cantika dengan membabi buta.
Berkat kesaktian yang dia miliki, Dewi Cantika berhasil menghindari serangan ini dengan mudah. Bahkan dia sempat beberapa kali melancarkan serangan yang telak mengenai Mahisa.
Para dewa yang pada awalnya hanya menyaksikan akhirnya turun langsung ke medan pertempuran. Mereka merasa kasihan melihat Dewi Cantika yang berjuang seorang diri melawan raja para raksasa tersebut.
Sayangnya bantuan para dewa ini tidak berpengaruh banyak. Mahisa justru bisa menaklukkan serangan dari para dewa ini dengan mudahnya.
Sebenarnya Dewi Cantika berhasil melancarkan beberapa serangan krusial pada Mahisa. Namun ketika raja raksasa ini berhasil terkena serangan, dia langsung berubah wujud menjadi hewan-hewan lainnya, seperti singa dan gajah.
Melihat pertarungan yang berlangsung berlarut-larut, Dewi Cantika akhirnya mengambil langkah untuk segera mengakhirinya.
Dalam satu kesempatan, Dewi Cantika berhasil naik ke punggung Mahisa. Dewi Cantika kemudian langsung menebas kaki Mahisa agar dia tidak bisa bergerak.
Tidak menunggu waktu lama, Dewi Cantika juga langsung memenggal leher Mahisa. Akhirnya Kayangan Kadewatan berhasil terbebas dari teror raksasa tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News




Comments are closed.