Sun,17 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Raksasa Penjaga Gunung Merapi, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Legenda Raksasa Penjaga Gunung Merapi, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

legenda-raksasa-penjaga-gunung-merapi,-cerita-rakyat-dari-yogyakarta
Legenda Raksasa Penjaga Gunung Merapi, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
service

31 Maret 2026 18.00 WIB • 2 menit

Legenda Raksasa Penjaga Gunung Merapi, Cerita Rakyat dari Yogyakarta


Ada sebuah cerita rakyat dari Yogyakarta yang mengisahkan tentang legenda raksasa penjaga Gunung Merapi. Konon raksasa ini dulunya ditugaskan oleh Panembahan Senapati untuk menjaga wilayah Mataram agar tidak terkena dampak ketika Gunung Merapi sedang meletus.

Berikut kisah dari legenda raksasa penjaga Gunung Merapi, salah satu cerita rakyat dari Yogyakarta.

Legenda Raksasa Penjaga Gunung Merapi, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Dikutip dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, pada suatu hari Panembahan Senapati terlihat gundah gulana. Penasihat kepercayaannya, Ki Juru Mertani kemudian menghampiri dan menanyakan mengapa sang raja terlihat demikian.

Panembahan Senapati kemudian berkata jika dia tengah memikirkan Gunung Merapi yang ada di sisi utara Kerajaan Mataram. Dia khawatir jika sewaktu-waktu Gunung Merapi tersebut meletus, maka akan membahayakan daerah serta masyarakat yang dipimpinnya.

Ki Juru Mertani paham kegusaran yang dirasakan oleh Panembahan Senapati. Dirinya kemudian meminta izin agar bisa memikirkan solusi atas permasalahan tersebut.

Selepas pertemuan itu, Ki Juru Mertani langsung bersemedi untuk mendapatkan petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Dari semedinya, dia memperoleh petunjuk agar Panembahan Senapati pergi bertapa di Desa Nglipura (Bambanglupura sekarang) yang ada di daerah Bantul.

Petunjuk ini kemudian disampaikan oleh Ki Juru Mertani pada Panembahan Senapati. Tanpa menunggu waktu lama, Panembahan Senapati langsung pergi bertapa ke daerah tersebut.

Panembahan Senapati bertapa di tepian sungai yang jernih dan dalam. Setelah bertapa cukup lama, Panembahan Senapati tiba-tiba mendengarkan sebuah suara yang memberikan petunjuk padanya.

Suara itu meminta Panembahan Senapati untuk menaiki kayu besar yang ada di tepian sungai. Nantinya Panembahan Senapati mesti mengikuti arus sungai tersebut hingga ke Pantai Selatan.

Panembahan Senapati kemudian mengikuti petunjuk yang dia dapatkan ini. Ketika sampai di Pantai Selatan, Panembahan Senapati ternyata sudah dinanti oleh Nyi Ajeng Ratu Kidul.

Ratu Kidul tertarik dengan kegagahan Panembahan Senapati. Hal yang sama juga dirasakan oleh Panembahan Senapati.

Ketertarikan ini membuat Ratu Kidul ingin Panembahan Senapati menjadikannya sebagai istri. Namun sebelum menerima tawaran itu, Panembahan Senapati meminta bantuan pada Ratu Kidul terlebih dahulu.

Panembahan Senapati kemudian menceritakan apa yang mengganggu pikirannya. Dengan senang hari Ratu Kidul memberikan bantuan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ratu Kidul kemudian memberikan sebuah telur pada Panembahan Senapati. Telur itu bernama endhog degan.

Panembahan Senapati kemudian diminta untuk menanyakan kegunaan telur ini pada Ki Juru Mertani. Setelah menerima telur tersebut, Panembahan Senapati kemudian kembali ke keraton untuk menemui Ki Juru Mertani.

Sesampainya di keraton, Panembahan Senapati langsung menemui penasihat kepercayaannya itu. Ki Juru Mertani kemudian meminta Panembahan Senapati untuk memberikan telur itu pada juru taman istana yang bernama Reksapraja.

Panembahan Senapati kemudian mengikuti penjelasan dari Ki Juru Mertani. Begitu bertemu Reksapraja, Panembahan Senapati memberikan telur itu padanya.

Begitu menerima telur itu, Reksapraja langsung menelannya begitu saja. Tiba-tiba tubuh Reksapraja berubah menjadi raksasa yang sangat besar.

Panembahan Senapati merasa bersalah melihat hal tersebut. Dia berjanji akan memenuhi semua kebutuhan Reksapraja.

Namun raksasa Reksapraja tidak bisa lagi tinggal di wilayah Mataram. Dia kemudian diminta untuk pergi ke Plawangan yang ada di sisi selatan Gunung Merapi.

Di sana raksasa Reksapraja diminta untuk menjaga wilayah Mataram jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus. Konon raksasa Reksapraja terus menjalankan tugas dari Panembahan Senapati ini hingga saat sekarang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.